BOLOGNA – Jorge Lorenzo membela Mission Winnow Ducati pada musim 2017 dan 2018. Akan tetapi, Lorenzo gagal memenuhi harapan Ducati untuk menjadi juara MotoGP. Lorenzo tidak mampu mengulang prestasi Casey Stoner, yang memberikan gelar juara MotoGP pertama untuk Ducati pada 2007 silam.
Pembalap penguji Ducati, Michele Pirro memiliki jawaban sendiri mengapa Lorenzo gagal bersinar di tim pabrikan asal Italia tersebut. Pirro menyebut Lorenzo gagal karena terlambat dalam beradaptasi dengan motor Ducati, Desmosedici.

Adaptasi yang tidak berjalan sesuai rencana diperburuk dengan tekanan besar di pundak Lorenzo. Alhasil, Lorenzo semakin kesulitan untuk mengeluarkan potensi maksimalnya dan Desmosedici saat membalap. Musim debut Lorenzo pun berakhir dengan cibiran karena hanya finis di posisi ketujuh.
BACA JUGA: Quartararo Pelajari Gaya Balap Lorenzo untuk Kuasai YZR-M1
“Masalahnya adalah Jorge (Lorenzo) terlambat beradaptasi dengan motornya (Desmosedici), karena ketika ada begitu banyak harapan dan tekanan Anda tidak bekerja dengan baik. Jorge adalah bakat luar biasa, tetapi sulit untuk dikelola,” ujar Pirro, menyadur dari Tutto Motori Web, Jumat (5/6/2020).