Pernat Ungkap Hal yang Buat Negosiasi Rossi Gabung Petronas Yamaha SRT Berjalan Alot

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 06:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 38 2221829 pernat-ungkap-hal-yang-buat-negosiasi-rossi-gabung-petronas-yamaha-srt-berjalan-alot-mReVR6UcNg.jpg Valentino Rossi (Foto: motogp.com)

ROMA – Pengamat MotoGP ternama, Carlo Pernat, coba memberikan analisis mengenai negosiasi alot antara Valentino Rossi dan Tim Petronas Yamaha SRT. Pernat meyakini masalah pembatasan kru yang boleh dibawa Rossi ke Tim Petronas Yamaha SRT jadi penyebab alotnya negosiasi itu.

Sebagaimana diketahui, Rossi memang hampir dipastikan terdepak dari tim pabrikan Yamaha di MotoGP musim 2021. Posisinya tergantikan oleh Fabio Quartararo yang memang tampil begitu mempesona di MotoGP musim lalu bersama Tim Petronas Yamaha SRT.

Valentino Rossi

Situasi itu memunculkan indikasi bahwa Rossi bakal memperkuat Tim Petronas Yamaha SRT di MotoGP 2021. Bahkan para petinggi Tim Yamaha sendiri sudah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut dalam beberapa kesempatan.

Baca Juga: Rossi Bicara soal Peluang Gabung Petronas di MotoGP 2021

Akan tetapi hingga kini, negoasiasi antara Rossi dengan Tim Petronas Yamaha SRT sendiri kabarnya berjalan sangat alot. Pernat pun meyakini hal yang membuat negosiasi itu berjalan alot bukan didasari uang, melainkan jumlah kru yang diperbolehkan ikut dengan Rossi ke Tim Petronas Yamaha SRT.

“Masalah dalam negosiasi antara Vale dan Petronas bukanlah mengenai uang atau motor, melainkan soal berapa banyak anggota kru Vale yang diperbolehkan ikut pindah,” ucap Pernat, seperti dirangkum dari GPOne, Sabtu (30/5/2020).

“Petronas hanya memberinya dua tempat, yang bisa jadi kepala krunya, David Munoz, dan teknisi datanya, Matteo Flamigni. Tapi Vale ingin lebih. Ia ingin beberapa orang yang sudah bersamanya sejak kembali ke Yamaha (dari Ducati) juga ikut,” sambungnya.

“Ini merupakan permasalahan yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik, karena Fabio (Quartararo) pasti juga ingin membawa seluruh krunya ke tim pabrikan. Jadi Petronas harus ambil keputusan penting mengenai hal ini,” tutup pria asal Italia tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini