nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Carlos Sainz Jadi Kandidat Pengganti Vettel di Ferrari

Djanti Virantika, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 10:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 13 37 2213273 ini-alasan-carlos-sainz-jadi-kandidat-pengganti-vettel-di-ferrari-8XkwJHtvuw.jpg Carlos Sainz. (Foto: Twitter Carlos Sainz)

MARANELLO – Juara dunia empat kali Formula One (F1), Sebastian Vettel, telah mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Tim Scuderia Ferrari pada akhir musim ini. Seiring dengan pengumuman tersebut, nama sejumlah pembalap pun dikaitkan dengan Ferrari untuk menjadi pengganti Vettel.

Salah satu yang santer dikaitkan adalah pembalap Tim McLaren, Carlos Sainz Jr. Peluang besar dimiliki Ferrari untuk merekrut pembalap asal Spanyol tersebut karena kontrak Sainz dengan McLaren diketahui akan berakhir pada penghujung musim 2020.

Carlos Sainz

Bahkan, kabar bergabungnya Sainz ke Ferrari disebut-sebut hanya tinggal menunggu waktu saja. Sebab, pembicaraan terkait kontrak sudah dilakukan oleh kedua belah pihak dan berjalan begitu mulus.

BACA JUGA: Perjalanan Vettel Bersama Ferrari, si Spesialis Nyaris

Ada beberapa alasan yang sejatinya membuat Ferrari terpincut oleh sosok Sainz. Sebagaimana dikutip dari Marca, Rabu (13/5/2020), alasan pertama karena Sainz kini tengah berada dalam momen yang sempurna dalam kariernya. Sainz yang masih berusia 25 tahun menjadi pembalap terbaik di luar tim tiga teratas F1 (Ferrari, Red Bull, dan Mercedes) pada 2019.

Selain itu, ada alasan lainnya yang membuat Sainz didekati Ferrari, yakni terkait gaji. Upah Sainz diketahui jauh lebih rendah daripada Vettel serta beberapa kandidat lain yang masuk kandidat pengganti pembalap asal Jerman tersebut. Faktor tersebut menjadi penting bagi Ferrari di tengah kondisi finansial yang turut terdampak akibat merebaknya virus corona.

Alasan ketiga, Sainz tidak mengkhawatirkan perannya di Ferrari kelak. Ia tak menuntut untuk menjadi pembalap nomor satu seperti beberapa kandidat lain. Dengan begitu, Ferrari dapat menghindari pertempuran alami di tim, seperti yang terjadi antara Vettel dan rekan setimnya, Charles Leclerc, pada 2019.

Keempat, Sainz juga tahu bagaimana menangani tekanan setelah menghabiskan kariernya di F1 dengan bergabung ke beberapa tim paling bergengsi. Ia pun tumbuh sebagai putra legendaris Carlos Sainz Sr. Sainz juga memiliki nilai tambahan lain, seperti bisa berbicara dengan lancar menggunakan bahasa Italia. Hal ini akan sangat berguna mengingat dia nantinya akan berdialog dengan teknisi di tim yang sebagian besar berasal dari Italia.

Jika Sainz benar-benar menjadi pembalap baru Ferrari, dia akan menjadi pembalap ketiga asal Spanyol yang bergabung ke tim berlogo kuda jingkrak tersebut. Sebelumnya, ada Alfonso de Portago dan Fernando Alonso.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini