nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rossi Disebut Selalu Tenang dalam Situasi Apa pun

Andika Pratama, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 28 38 2190456 rossi-disebut-selalu-tenang-dalam-situasi-apa-pun-KVz1psqLUB.jpg Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

LESMO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi merupakan pembalap paling senior di MotoGP 2020. Meski sudah berusia 41 tahun tetapi Rossi tidak kehilangan sentuhannya di lintasan balap. Maka dari itu semua pembalap bahkan rivalnya pun menghormati The Doctor –julukan Rossi.

Alex Briggs yang sudah 20 tahun menjadi mekanik Rossi menyatakan pembalap berpaspor Italia itu tidak pernah kehilangan kendali atas emosinya. Rossi selalu tenang menghadapi setiap tantangan dalam kejuaraan.

Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Briggs pun menyatakan Rossi tidak pernah menendang panel atau melempar helmnya saat kalah dalam balapan atau bahkan kehilangan gelar juara. Sebab, Rossi menghormati semua usaha yang telah dilakukan dirinya sendiri dan semua orang di garasi. Rossi tahu semua orang telah berusaha keras untuk meraih kemenangan, meski pada akhirnya itu tidak tercapai.

BACA JUGA: Rossi Akan Lebih Cepat saat Bahagia

“Dalam 20 tahun bekerja bersama, kami menghadapi pertempuran yang fantastis, dan juga balapan yang mengerikan. Saya belum pernah melihat Rossi, tidak sekali pun, menendang panel atau melempar helm. Bahkan setelah kehilangan gelar dia tidak pernah kehilangan emosinya, dia tetap menghormati pekerjaan dan upaya orang-orang di sekitarnya,” kata Briggs, menyadur dari Tutto Motori Web, Sabtu (28/3/2020).

Sementara itu, pada masa sekarang saat semua hal dalam balapan berkaitan dengan komputer dan perangkat elektronik, maka Rossi pun ikut beradaptasi. The Doctor disebut Briggs bisa menghabiskan tiga sampai empat jam untuk mempelajari data. Obsesi Rossi merangsang semua orang di garasi untuk berusaha lebih keras lagi.

“Hari ini, dengan komputer dan elektronik, ia biasanya menghabiskan 3-4 jam mempelajari data. Dan perhatian obsesifnya terhadap detail merangsang (semua orang untuk berusaha lebih keras)," tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini