nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona Merebak di Italia, Agostini: Ini Mengerikan

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 14:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 23 38 2187668 virus-corona-merebak-di-italia-agostini-ini-mengerikan-inFLhjM4ul.jpg Giacomo Agostini bersama Valentino Rossi. (Foto: Laman resmi MotoGP)

BERGAMO – Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, membicarakan soal merebaknya pandemi virus corona di negara asalnya, Italia. Ia mengatakan bahwa virus ini mengerikan karena telah menimbulkan situasi kritis di Italia.

Italia memang menjadi salah satu negara yang terkena dampak besar dari merebaknya virus corona. Negara tersebut mencatatkan korban jiwa terbanyak di dunia akibat virus corona, yakni mencapai 5.476 orang.

Penanganan virus corona di Italia

Demi mengatasi penyebaran virus corona di Negeri Piza –julukan Italia, sejumlah langkah pun telah diambil pemerintah. Salah satunya melakukan penguncian wilayah atau lockdown. Agostini sendiri kini turut melakukan karantina atas kebijakan tersebut. Ia mengurung diri di rumahnya yang terletak di Bergamo.

BACA JUGA: Meski Melempem di Tes Pramusim, Marquez Tetap Lebih Dijagokan ketimbang Quartararo

Bergamo sendiri diketahui menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak dari virus corona di Italia. Mendapati kondisi ini, Agostini mengakui bahwa kondisinya di wilayahnya mengerikan. Ia sendiri turut merasakan takut melihat hal tersebut. Kini, juara dunia 15 kali itu pun berharap situasi bisa berangsur-angsur membaik.

“Mengerikan. Saya pergi, tetapi saya memutuskan kembali ke Bergamo dan mengunci diri di rumah, tinggal di rumah karena ada semua barang saya, ada rumah tempat saya tinggal selama bertahun-tahun, jadi saya tidak ingin menjauh. Tapi, situasinya sangat kritis,” ujar Agostini, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Senin (23/3/2020).

“Saya memiliki benjolan di tenggorokan ketika malam hari mendengar sirene. Ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan, terutama di Bergamo yang merupakan pusatnya. Tentu saja, ada sedikit ketakutan mengingat penderitaan yang dirasakan orang yang sakit,” lanjutnya.

“Tetapi, saya juga memiliki kepercayaan diri karena saya menutup diri di rumah, saya menghormati aturan, dan semua orang harus menghormatinya. Ini adalah pengorbanan besar, tetapi jika kita melakukan semuanya bersama-sama kita akan keluar dari itu, kalau tidak kita akan terus menyeret masalah selama berbulan-bulan,” tukas Agostini.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini