Mir Sebut MotoGP 2019 Berikan Banyak Pembelajaran Untuknya

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 38 2175921 mir-sebut-motogp-2019-berikan-banyak-pembelajaran-untuknya-A7l98Ehf5p.jpg Joan Mir (Foto: motogp.com)

HAMAMATSU – Joan Mir memberikan penilaian terhadap musim perdananya memperkuat Tim Suzuki Ecstar di MotoGP musim 2019. Mir mengakui bahwa proses adaptasinya berjalan lambat karena faktor cedera, namun juga dapat pengalaman berharga selama mentas di MotoGP 2019.

Sebagaimana diketahui, Mir memang menjadi salah satu pembalap pendatang baru di MotoGP musim lalu. Ya, manajemen Tim Suzuki membuat gebrakan dengan memboyong Mir untuk menjadi tandem dari Alex Rins.

Joan Mir

Keputusan tersebut pun membuat Tim Suzuki menjadi tim dengan line-up pembalap termuda di MotoGp 2019. Namun gebrakan yang dilakukan Tim Suzuki itu nyatanya kurang berdampak positif terhadap kiprah mereka di MotoGP musim lalu.

Baca Juga: Brivio Sebut Para Pembalap Suzuki Santai dan Siap Sambut MotoGP 2020

Ya, Rins yang berstatus sebagai pembalap utama justru tampil angin-anginan, sementara Mir harus melewati sejumlah seri tanpa membalap karena harus memulihkan diri dari cedera. Keduanya pun gagal membendung Marc Marquez untuk bisa menjuarai MotoGP 2019.

Meski begitu, Mir mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama berkiprah di MotoGP pada musim lalu. Pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut pun berharap ia bisa meraih hasil jauh lebih baik pada MotoGP 2020.

“Sungguh disayangkan bahwa kami tak mampu meraih podium, tapi cedera yang saya alami memperlambat musim debut saya. Motor kami tampil sangat baik di Silverstone, dan saya tak bisa ada di sana karena cedera,” ujar Mir, seperti disadur dari Marca, Jumat (29/2/2020).

Baca Juga: Joan Mir Percaya Suzuki Bisa Berbicara Banyak di MotoGP 2020

“Hal terpenting yang saya pelajari, selain cara berkendara, adalah bangkit dari masa buruk, terutama saat cedera. Hal tersulit adalah mempelajari elektronik, karena saya tak pernah menjajal motor secanggih ini, hingga butuh waktu untuk beradaptasi dan menggali pengalaman,” lanjutnya.

“Saya ingin berkendara lebih halus. Ini bukan gaya balap saya, karena saya lebih agresif, tapi saya yakin bisa lebih baik. Mesin adalah hal yang harus saya perbaiki, dan tampaknya 2020 nanti kami akan menjalani kemajuan,” tutup pembalap berusia 22 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini