LOSAIL – Presiden IRTA (Asosiasi Tim-tim di MotoGP), Herve Poncharal turut mengomentari MotoGP Qatar 2020 yang ada dalam intaian virus korona (covid-19). Untuk mencegah penyebaran virus korona, pemerintah Qatar telah memperketat pengamanan di Bandara Internasional Hamad, Doha.
Qatar mengumumkan delapan negara dengan risiko penyebaran virus korona. Kedelapan negara itu adalah Italia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Makau, dan Jepang. Semua orang yang datang dari kedelapan negara itu akan menjalani tes dengan termometer di Bandara Internasional Hamad.

Jika ada orang yang suhunya di atas normal maka akan dibawa ke Rumah Sakit Hamad untuk diperiksa lebih lanjut. Selanjutnya, orang itu akan dikarantina selama 14 sampai 28 hari. Orang-orang di ruang lingkup MotoGP pun akan mendapatkan perlakuan serupa, apalagi banyak di antara mereka yang akan datang dari Italia serta Jepang.
BACA JUGA: Rins Nilai Vinales Lawan Terberat di MotoGP Qatar 2020
“Jadi, Anda harus pergi ke Doha tanpa demam, jika tidak, Anda akan segera dikarantina selama 14-28 hari. Kontrol yang lebih ketat hanya tersedia untuk penerbangan dari Jepang, bukan untuk penumpang dengan paspor Jepang,” ujar Poncharal, menyadur dari Tutto Motori Web, Jumat (28/2/2020).