nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

GP China Ditunda karena Virus Korona, Formula One Rugi Besar

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 11:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 13 37 2167760 gp-china-ditunda-karena-virus-korona-formula-one-rugi-besar-O05VPXkHWm.jpg Perlombaan Formula One. (Foto: F1)

GELARAN Formula One (F1) Grand Prix (GP) China 2020 telah dipastikan ditunda akibat wabah virus korona atau virus covid-19. Akibat penundaan ini, pihak F1 pun dinilai bakal mengalami kerugian besar.

Sebagaimana diwartakan Daily Mail, Kamis (13/2/2020), kerugian bos Formula One akibat penundaan balapan F1 GP China 2020 diperkirakan mencapai 35 juta poundsterling atau sekira Rp621,765 miliar. Efek penundaan balapan di China ini sudah terlihat ketika NASDAQ (bursa saham) dibuka, di mana saham di bisnis F1 turun hampir 1 persen.

Formula One

Perlombaan F1 GP China 2020 sendiri sejatinya diketahui masuk sebagai seri keempat di kalender balap tahun ini. Lomba itu akan diadakan di Sirkuit Internasional Shanghai, Shanghai, China, pada 19 April 2020.

BACA JUGA: Resmi! Dampak Virus Korona, F1 GP China Ditunda Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Sayangnya, penyelenggaraan balapan ini akhirnya harus ditunda karena virus korona yang tengah merebak di negara tersebut. Pihak F1 sendiri belum mengetahui sampai kapan penundaan tersebut akan berlangsung, tetapi sejauh ini belum ada tanggal realistis yang bisa menggelar balapan tersebut.

Meski F1 GP China telah dipastikan ditunda, pihak F1 memastikan bahwa balapan di GP Vietnam tetap berlangsung. Balapan perdana di Hanoi, Vietnam, ini dijadwalkan bakal digelar tepat sebelum seri China, tepatnya pada 3-5 April 2020. Padahal, Vietnam sendiri diketahui berbatasan langsung dengan China.

"Sebagai hasil dari peninjauan masalah kesehatan yang berkelanjutan, FIA dan Formula One telah mengambil langkah-langkah ini untuk memastikan kesehatan dan keselamatan staf, peserta kejuaraan, dan penggemar,” bunyi pernyataan F1 saat mengumumkan penundaan balapan di China.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini