nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nadal Ungkap Penyebab Dirinya Kalah dari Thiem di Semifinal Australia Open 2020

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 04:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 31 40 2160969 nadal-ungkap-penyebab-dirinya-kalah-dari-thiem-di-semifinal-australia-open-2020-jc7qIDgPE6.jpg Rafael Nadal (Foto: Twitter ATP)

MELBOURNE – Rafael Nadal harus meraih hasil mengecewakan ketika melakoni babak semifinal turnamen tenis Australia Open 2020. Ya, Nadal dipastikan tersisih usai dikalahkan oleh petenis asal Austria, yakni Dominic Thiem.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Melbourne Park tersebut, Nadal sebenarnya menunjukkan performa yang cukup kurang menjanjikan. Nadal pun akhirnya harus menyerah dengan skor akhir 6-7, 6-7, 6-4, dan 6-7 dari Thiem.

Baca Juga: Takluk dari Djokovic di Semifinal, Federer: Ini Hari yang Mengerikan!

Hasil tersebut pun membuat Nadal harus mengurungkan keinginannya lolos ke babak semifinal Australia Open 2020. Kekalahan itu juga membuat Nadal kembali gagal mengulangi keberhasilannya menjuarai Australia Open pada 2009.

Nadal pun lantas memberikan komentar soal kekalahannya atas Thiem di babak semifinal Australia Open 2020. Petenis nomor satu dunia tersebut mengungkapkan kegagalannya memenangkan babak tiebreak jadi alasan dirinya harus menyudahi duel kontra Thiem dengan hasil minor.

“Ya, memenangkan babak tiebreak manapun. Namun begitulah cara kerjanya. Terkadang beberapa hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda. Saya mendapatkan peluang emas pada kedudukan 5-3 di set pertama,” ucap Nadal, seperti disadur dari Metro, Jumat (31/1/2020).

“Saya pikir saya menciptakan peluang set point dengan servis di tangan saya. Itu momen yang sangat penting di pertandingan itu, pastinya. Lalu saya berpikir, saya tidak bermain dengan begitu baik di babak tiebreak. Di set kedua, saya kembali bangkit. Tetapi ia bermain dengan penuh tekad,” lanjutnya.

Baca Juga: Taklukkan Nadal, Dominic Thiem Melaju ke Semifinal Australia Open 2020

“Dia berhasil menempatkan satu bola lebih banyak di sepanjang waktu dengan posisi yang sulit bagi saya. Saya berpikir bahwa ia telah bermain dengan sangat memukau. Ia bermain dengan penuh energi, agresif, dan penuh tekad.”

“Jadi, selamat baginya. Saya pikir kami saling menyukai karakter masing-masing. Saya menyukai perilakunya. Mungkin ia juga seperti saya (sambil tersenyum). Saya mengharapkan yang terbaik baginya di sisa turnamen ini,” tutup petenis berusia 33 tahun tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini