"Dalam balapan di Misano dan Buriram, saya terbukti bisa menyamai levelnya. Ini membuktikan kepada saya bahwa Marc bisa dikalahkan. Meski begitu, ada juga momen seperti di Aragon, di mana rasanya sangat sulit mengalahkannya," tambahnya.

"Marc punya delapan gelar, sementara saya tak punya. Tapi di Misano dan Buriram, saya selalu ada di depannya kecuali pada lap terakhir. Marc ada di belakang saya sepanjang waktu demi menganalisa saya. Saya sendiri tak melihat apa pun dan hanya berkendara di garis balap. Jadi pertarungan itu membuat saya percaya diri,” tutupnya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.