nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hopkins Paham Dilema yang Dialami Rossi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 06:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 09 38 2127674 hopkins-paham-dilema-yang-dialami-rossi-x1hL7VmHzH.jpg Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (Foto: Laman Resmi MotoGP)

MADRID – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, hanya bisa finis keempat dalam gelaran MotoGP Malaysia 2019 yang dihelat akhir pekan lalu. Hasil yang didapat Rossi itu pun pada akhirnya membuat mantan pembalap MotoGP, John Hopkins, merasa prihatin.

Hopkins sendiri pasalnya sangat ingin melihat Rossi naik ke atas podium. Sebab, The Doctor dinilainya sudah memberikan performa yang bagus. Akan tetapi, harus disayangkan karena Rossi kalah saing dari pembalap Misson Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, kala beradu di trek lurus.

Baca juga: Fakta Menarik di Balik Kecelakaan Parah Marc Marquez di Sirkuit Sepang

Andrea Dovizioso vs Vale Rossi

Hopkins tidak memungkiri kalau Dovizioso juga memberikan penampilan yang memukau di Sirkuit Sepang tersebut. Terlebih lagi, Sirkuit Sepang memiliki dua trek lurus panjang, yang mana menjadi keuntungan bagi pembalap Ducati karena menunggangi Desmosedici.

Sementara itu, bagi Rossi yang menunggangi YZR-M1 dan kurang andal di trek lurus, harus berjuang keras untuk bisa bersaing di jajaran depan. Rossi sebenarnya bisa saja lebih menekan Dovizioso seandainya mau memaksakan diri dan mengambil risiko. Akan tetapi, The Doctor tak melakukannya dan memilih bermain aman. Hopkins pun memahami dilema Rossi tersebut.

“Kadang-kadang dalam situasi ini, Anda harus mengambil risiko manuver paling berbahaya di tempat-tempat yang biasanya tidak Anda lewati. Anda praktis ingin mendorong lawan keluar dari garis yang ideal sehingga ia tidak bisa melawan di trek lurus. Anda hanya harus mempertaruhkan segalanya, dan itu sangat menyebalkan untuk melalukan itu,” tutur Hopkins, mengutip dari Speedweek, Sabtu (9/11/2019).

Valentino Rossi melaju di lintasan balap

"Ketika Anda terjebak di belakang lawan dengan motor yang bagus, Anda tidak bisa mengendarai di garis yang biasa dan pada akhirnya Anda akan menghancurkan ban. Anda mencoba menyesuaikan gaya mengemudi Anda hanya untuk bisa melewatinya," pungkas Hopkins.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini