nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Zarco Sadar Bukan Hal Mudah untuk Direkrut Repsol Honda

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 05:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 09 38 2127673 zarco-sadar-bukan-hal-mudah-untuk-direkrut-repsol-honda-oxJyjElMOg.jpg Johann Zarco saat membela LCR Honda (Foto: Laman resmi MotoGP)

MADRID – Mantan rider KTM Red Bull, Johann Zarco, nyatanya memiliki ambisi besar untuk bisa menjadi pembalap utama Repsol Honda. Meski Zarco merasa peluangnya untuk bergabung cukup terbuka, namun ia sadar bahwa itu tidak akan menjadi hal yang mudah.

Sebagaimana diketahui, Zarco berpisah jalan dengan KTM karena ia memiliki hubungan yang tak harmonis dengan para petinggi di tim tersebut. Pasalnya, Zarco sempat menjelekkan kualitas motor balap KTM dan membuat para petinggi kesal.

Baca juga: Juarai Moto2 2019 Bukti Alex Tak Hanya Dompleng Nama Besar Marquez

Johann Zarco saat membela KTM Red Bull

Saat ini, Zarco sebenarnya terikat dengan tim LCR Honda. Akan tetapi, kontrak Zarco bersama tim satelit Honda itu hanya sampai akhir musim ini. Lebih tepatnya, Zarco hanya bertugas menggantikan Takaaki Nakagami di sisa musim ini. Sedangkan untuk kelanjutan kariernya, Zarco sendiri masih tak tahu pasti.

Maka dari itu, ia berusaha mencuri hati para petinggi Repsol Honda agar bisa direkrut sebagai pembalap utama mereka musim depan. Sebab, Jorge Lorenzo gagal menampilkan performa yang memuaskan musim ini. Dari 18 seri balapan yang telah dihelat musim ini, Lorenzo tak pernah sekalipun finis di 10 besar.

Zarco melihat keterpurukan Lorenzo tersebut bisa dimanfaatkannya. Jika Zarco bisa memberikan penampilan apik bersama LCR, ia yakin dirinya bakal dilirik oleh Repsol Honda. Akan tetapi, Zarco juga harus bersaing dengan Cal Crutchlow yang mengincar posisi pembalap utama di Repsol Honda.

Johann Zarco saat membela LCR Honda

"Yang benar adalah bahwa saya tidak merahasiakan masa depan saya. Saya hanya tidak tahu apa yang akan terjadi. Jika Honda membuka pintu, saya akan menjadi pilihan yang tepat. Karena saya adalah satu-satunya pembalap yang bisa dimiliki. Itu situasi yang sulit, tentu saja, tetapi saya juga akan bersedia menunggu kesempatan itu," ujar Zarco, menukil dari Speedweek, Sabtu (9/11/2019).

“Saya mencoba motor Honda dan saya bisa bersaing dengan itu. Tetap saja, masih ada banyak ruang untuk perbaikan, dan saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan kembali kekuatan lama saya dan menjadi yang terbaik, menjadi pembalap (tim pabrikan),” tandas Zarco.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini