"Saya mengalami situasi yang sama di Ducati pada 2011 dan 2012. Saat itu saya kehilangan banyak feeling terhadap motor pada tes pertama di Valencia. Di atas segalanya, itu tentang feeling terhadap bagian depan. Bagi saya, motor ini (Ducati) selalu sulit untuk dikendarai. Anda tidak dapat menyesuaikannya dengan gaya mengemudi saya,” ujar Rossi, melansir dari Speedweek, Jumat (1/11/2019).

“Kami banyak bereksperimen dengan sasis aluminium baru, karena sebelumnya hanya Ducati yang memiliki karbon monocoque. Ada banyak yang harus dilakukan. Tetapi secara umum saya tidak pernah menemukan kepercayaan terhadap bagian depan. Itu adalah fase yang sangat sulit. Saya menjadi kuat lagi setelah kembali ke Yamaha," tukas Rossi.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.