nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rossi Ungkap Alasan Depak Galbusera sebagai Kepala Krunya

Ezha Herdanu, Jurnalis · Minggu 06 Oktober 2019 00:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 05 38 2113360 rossi-ungkap-alasan-depak-galbusera-sebagai-kepala-krunya-fzahobEYjC.jpg Valentino Rossi (Foto: motogp.com)

BURIRAM – Sebuah keputusan mengejutkan diambil oleh salah satu pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, sebelum mengaspal di MotoGP musim 2019 seri Thailand. Ya, Rossi memutuskan untuk mendepak kepala krunya, Silvano Galbusera.

Sebagaimana diketahui, Galbusera sendiri sudah berstatus sebagai kepala kru Rossi di Tim Yamaha sejak 2014. Pada saat itu, Rossi memilih Galbusera sebagai kepala krunya untuk menggantikan peran Jeremy Burgess.

Valentino Rossi tampil pada sebuah balapan di MotoGP 2019

Serangkaian hasil minor yang didapat Rossi dalam dua tahun terakhir di MotoGP, disebut-sebut sebagai alasan utama The Doctor –julukan Rossi– akhirnya memilih untuk mendepak Galbusera sebagai kepala krunya di Tim Yamaha.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Thailand 2019

Terhitung mulai MotoGP 2020, keberadaan Galbusera sudah tidak ada di paddock Tim Yamaha. Untuk menggantikan peran Galbusera, Rossi pun memilih Davide Munoz, yang sebelumnya berstatus sebagai kepala kru Nicolo Bulega bersama Tim Sky Racing VR46 di Moto2.

Rossi sendiri tidak menampik dan juga membenarkan keputusannya mendepak Galbusera sebagai kepala krunya, karena serangkian hasil buruk yang didapatkannya. Rossi juga mengaku takut menyesal jika dirinya memilih untuk tak mencoba melakukan perubahan di timnya pada MOtoGP 2020.

Valentino Rossi tampil pada sebuah balapan di MotoGP 2019

“Ketika ambil keputusan macam ini, saya melakukannya karena saya selalu merasa lebih baik mencoba. Lakukan kesalahan ketimbang sama sekali tak mencoba. Saya lebih suka hidup tanpa penyesalan,” ucap Rossi, seperti disadur dari GPOne, Minggu (6/10/2019).

Baca Juga: Tahu Sirkuit Buriram Cocok untuk Yamaha, Meregalli Tetap Rendah Hati

“Orang lain di posisi saya mungkin bakal berkata: 'Oke, 2020 bakal jadi musim terakhir saya di sini, jadi lebih baik nyaman dengan membuat semuanya sama. Jadi saya berpikir untuk melakukannya karena kami harus mencoba tampil kuat. Bisa saja nanti takkan berhasil, tapi kami takkan menyesal,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini