BASEL – Salah satu isu yang dibahas dalam Konferensi Pelatihan Bulu Tangkis Dunia 2019 adalah mengenai evolusi permainan ganda campuran. Menurut mantan pebulu tangkis China, Zhao Yunlei, saat ini pemain putri dalam sektor ganda putri harus bisa tampil lebih agresif.
Di masa lalu, pemain putri biasanya hanya menjadi pelengkap. Dalam artian, pemain putri hanya mencoba untuk memberikan peluang kepada pemain putra. Sedangkan yang melakukan penyelesaian akhir, dalam hal ini mencari poin, tugas tersebut sepenuhnya dibebankan kepada pemain putra.
Baca juga: Belum Tampil dengan Kekuatan Penuh, Tim Indonesia Tetap Optimis Lolos ke Perempatfinal

Menurut Zhao, cara bermain yang seperti itu harus mulai ditinggalkan. Demi mendapat hasil maksimal, pemain putri dituntutnya untuk bisa menampilkan permainan agresif. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka kini pemain putri harus melakukan latihan meningkatkan kecepatan, kekuatan pukulan, dan permainan net.
“Dalam ganda campuran tradisional, biasanya para pemain putri hanya menyiapkan atau menciptakan peluang bagi para pemain putra untuk menyerang. Saat ini permainan telah berubah dan semakin banyak pemain wanita yang menjadi lebih kuat dan menerapkan gaya bermain pria dalam bulu tangkis,” ujar Zhao, melansir dari laman resmi BWF, Kamis (3/10/2019).
“Menurut saya, pemain putri harus lebih agresif di lapangan depan dan memenangkan poin. Permainan telah berubah dan begitu juga metode pelatihannya,” lanjut Zhao.

Saat ini, peringkat pertama dan kedua dunia sektor ganda putri diisi oleh pemain China, yaitu Zheng Siwei/Huang Yaqiong dan Wang Yilyu/Huang Dongping. China nampaknya sudah lebih dulu menyadari hal ini dan menerapkannya, sehingga pemain ganda campuran kini mampu menunjukkan dominasinya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.