Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sisa 4 Kota, PB Djarum Tak Cantumkan Logo Perusahaan di Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis

Taufik Budi , Jurnalis-Selasa, 10 September 2019 |00:01 WIB
Sisa 4 Kota, PB Djarum Tak Cantumkan Logo Perusahaan di Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis
PB Djarum tidak akan mencantumkan logo perusahaan di empat kota tersisa (Foto: Laman resmi PB Djarum)
A
A
A

SEMARANG - PB Djarum menyatakan akan menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis pada tahun depan karena dituding Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mengeksploitasi anak. Selain itu, pada audisi yang masih berlangsung di empat kota hingga akhir tahun ini, juga tak akan menggunakan logo Djarum pada jersey anak-anak seperti sebelumnya.

"Kita selesaikan audisi pada tahun 2019 ini dan tidak akan menggunakan logo di kaus yang digunakan oleh peserta audisi sebagainya seperti keinginan dari KPAI," kata Humas PB Djarum, Yuni Kartika, Selasa (10/9/2019).

Baca juga: Audisi PB Djarum Dihentikan, Sekjen PBSI: Ini Masalah Tragis

Audisi Umum PB Djarum tinggal menyisakan empat kota (Foto: Laman resmi PB Djarum)

Dia juga menyampaikan, keputusan untuk menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis pada tahun depan banyak disesalkan warga. Sebab, penghentian audisi akan memupuskan harapan dari anak-anak bangsa yang ingin menjadi atlet bulu tangkis.

"Sudah ada beberapa orangtua yang menanyakan tentang penghentian audisi ini. Mereka menanyakan, 'Lalu bagaimana jika ingin masuk klub bulutangkis PB Djarum?' Ya enggak tahu nanti bagaimana," katanya.

Menurutnya, PB Djarum selama 50 tahun terakhir menjadi klub bulu tangkis yang konsisten melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet muda. Banyak atlet bulu tangkis kelas internasional yang dilahirkan dari PB Djarum.

PB Djarum memastikan tidak akan mencantumkan logo perusahaan (Foto: Laman resmi PB Djarum)

"Dengan mencantumkan nama PT Djarum karena itu kan jersey, itu kebanggaan orang memakai kaus tersebut. Dan PB Djarum itu nama klub, bukan sebagai merek dagang rokok atau tembakau. Tapi kalau persepsinya beda ya susah," terangnya.

"Kalau misalkan ini nanti diganti dengan nama yang lain, mana bisa begitu, kebanggaannya Itu adalah menggunakan jersey klub tersebut. Seperti misalnya Manchester United (klub sepakbola), ini dianggap tidak cocok dan ini (nama) harus diganti. Ya mana mungkin itu mau dilakukan," tegasnya.

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement