Alan menambahkan sejauh ini ia mengaku kesulitan untuk mencari pihak swasta yang benar-benar concern terhadap pembinaan atlet bulut angkis Indonesia, seperti halnya Djarum.
"Sekarang siapa yang mau membiayai audisi dan sponsor itu siapa, kalau satu tempat saja sudah ratusan juta, bayangkan kalau 8 kota itu harus berapa yang membiayainya. Saya jujur kesulitan cari sponsor," bebernya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis takkan lagi digelar per tahun depan. Penghentian ini dipicu oleh keputusan KPAI yang menduga adanya pelanggaran Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.
Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum juga diduga melanggar pasal penggunaan nama dan brand rokok yang dilarang digunakan pada anak di bawah usia 18 tahun.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.