BASEL – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus terhenti langkahnya di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Pasalnya, Gregoria takluk dari tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, dalam petarungan sengit tiga gim dengan skor 21-18, 21-23, 10-21.
Dalam pertandingan tersebut, Gregoria sebenarnya mampu menampilkan permainan cemerlang sejak gim pertama. Diakui oleh pemain asal klub Mutiara Bandung tersebut kalau dirinya bisa mengimbangi kecepatan Intanon di lapangan.
Baca juga: Melaju ke Perempatfinal, Greysia/Apriyani: Kami Berusaha Nikmati Pertandingan

Gregoria sejatinya memiliki potensi besar untuk memenangkan pertandingan tersebut. Karena, pada gim kedua ia mampu membuat match point 20-18 atas Intanon. Sayangnya, di poin-poin kritis tersebut, Intanon malah bisa membalikkan keadaan.
Menanggapi hasil tersebut, Gregoria tak memungkiri bahwa di poin-poin kritis ia terbawa tegang, sehingga kurang sabar dalam meladeni permainan Intanon. Kondisi tersebut justru membuat Gregoria merasa terpojok dan pada akhirnya kehilangan gim kedua.
“Gim pertama dan kedua kurang lebih sama. Saya bisa mengimbangi kecepatan dia (Intanon) di lapangan. Walaupun di gim kedua dia agak mengubah pola, namun saya lebih cepat untuk tahu. Tapi tadi pas saya leading 20-18, saya malah jadi tegang sendiri, kurang sabar dan inginnya buru-buru,” ujar Gregoria, melansir dari laman resmi PBSI, Jumat (23/8/2019).

“Lawan juga semakin enak. Sebenarnya dia dari awal sudah enak, namun bola-bolanya dia yang mematikan kebanyakan sudah saya jagain semua. Pas di gim kedua saya terbawa tegang, kurang rileks tangannya. seperti kencang semua,” lanjut Gregoria.
(Fetra Hariandja)