Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marquez Dinilai Telah Jadi Pembalap Spesial sejak Debut di MotoGP

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 16 Juli 2019 |10:26 WIB
Marquez Dinilai Telah Jadi Pembalap Spesial sejak Debut di MotoGP
Marc Marquez. (Foto: Laman resmi MotoGP)
A
A
A

AALST – Mantan pembalap motor grand prix, Julion Simon, mengomentari penampilan impresif Marc Marquez di MotoGP. Ia mengaku tak terkejut melihat kegemilangan Marquez saat ini karena sang pembalap sendiri telah menjadi rider yang istimewa sejak debut di kelas MotoGP pada 2013.

Marquez menorehkan karier gemilang di ajang MotoGP. Sejak debut di kelas tersebut pada 2013 sampai saat ini, perfomanya tak sedikit pun meluntur. Alhasil, lima gelar juara di MotoGP telah berhasil dikantonginya.

BACA JUGA: Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez di Lintasan 

Gelar juara pertama di MotoGP didapat Marquez pada musim debutnya. Di musim perdananya mentas bersama Honda, ia berhasil menyita perhatian publik karena dengan statusnya sebagai pembalap rookie enam kemenangan dan 10 podium dapat dikantonginya kala itu.

Marc Marquez tampil impresif di MotoGP

Penampilan impresif Marquez pun berlanjut sampai saat ini. Karena itu, peluang meraih gelar juara keenam pada musim ini terbuka sangat lebar. Kini, ia tengah bertengger di puncak klasemen sementara MotoGP 2019 dengan 185 poin, unggul 58 angka dari Andrea Dovizioso yang duduk di tempat kedua.

Melihat catatan yang begitu impresif ini, Simon tak terkejut. Sebab, ia telah mengetahui betul kualitas Marquez sebagai pembalap. Kemampuannya yang gemilang telah diperlihatkan sejak masih membalap di kelas Moto2.

Marc Marquez tampil impresif di MotoGP

"Ketika saya pertama kali bertemu Marc (Marquez), dia masih sangat muda. Meski begitu, saya tahu sejak awal bahwa dia adalah pembalap yang spesial. Di pit, dia selalu mendengarkan mekanik dan manajer timnya dengan penuh perhatian dan yang paling tidak biasa adalah komentarnya tentang pengaturan motor, sangat tepat dan sensitif," ujar Simon, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Selasa (16/7/2019).

"Pada 2011 dan 2012, kami melaju di Moto2. Bahkan di sana, saya sudah dapat melihat jelas betapa istimewanya dia. Dia mampu mengendalikan ban depan dengan baik di tikungan. Dia membuat beberapa kesalahan saat itu, tetapi tidak pernah jatuh seperti yang dia lakukan di MotoGP, saat ini,” tukasnya.

(Ramdani Bur)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement