HOHENSTEIN-ERNSTTHAL – Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, harus mengubur dalam-dalam impiannya meraih podium tiga kali beruntun, ketika menjalani balapan pada seri kesembilan MotoGP musim 2019 di Jerman. Sebab, Quartararo harus menerima kenyataan gagal finis di balapan tersebut.
Dalam balapan Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring pada akhir pekan kemarin, Quartararo start dari posisi menguntungkan, yakni urutan kedua. Namun start kurang impresif dialami Quartararo di MotoGP Jerman 2019.

Bahkan, Quartararo harus menerima posisinyadirebut oleh Alex Rins (Tim Suzuki Ecstar), sementara dia sendiri harus menerima kenyataan menempati posisi keempat pada awal-awal balapan di MotoGP Jerman 2019.
Baca Juga: Quartararo Yakin Cederanya Takkan Jadi Penghalang di MotoGP Jerman 2019
Alih-alih bisa merebut posisinya kembali, Quartararo justru harus mengalami crash pada saat memasuki lap kedua di tikungan kedua. Quartararo sendiri tidak menampik bahwa dirinya melakukan kesalahan fatal sehingga gagal finis di MotoGP Jerman 2019.
Meski begitu, pembalap berkebangsaan Prancis tersebut mengaku tidak terlalu kecewa serta telah mendapatkan pelajaran berharga dari apa yang dialaminya di MotoGP Jerman 2019.
“Sudah jelas bahwa saya melakukan kesalahan. Start saya tak terlalu buruk sebenarnya, tapi sayangnya saya kelewatan metika mengganti gigi di trek lurus, dan tak mengerem sebagaimana yang saya inginkan di tikungan pertama,” jelas Quartararo, seperti disadur dari Speedweek, Senin (8/7/2019).

“Lalu di lap kedua, saya mencoba melewati (Danilo) Petrucci tapi saya terlalu ragu-ragu untuk melakukannya. Pada akhirnya malah masuk tikungan dengan sudut terlalu tajam, terlalu kencang, dan kehilangan kontrol ban depan,” sambung pembalap berusia 20 tahun itu.
Baca Juga: Marquez Sebut Vinales dan Quartararo Jadi Pesaing Utama di MotoGP Jerman
“Jadi ini adalah kesalahan pertama di balapan, crash yang pertama. Tapi kami belajar sesuatu hari ini yaitu jangan ragu-ragu menyalip. Bagi saya pribadi ini adalah pengalaman yang bagus, jadi kami akan beranjak dari sini dengan banyak hal untuk ke depannya dan bangkit dengan lebih tangguh,” tutupnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)