MONACO – Gaya balap Jorge Lorenzo, terutama pada sesi pemanasan (warm-up) jelang balapan, dikritik keras oleh Jack Miller. Pembalap asal Australia itu menyebut Por Fuera bertindak bodoh dan terlalu agresif bahkan sebelum lomba. Namun, pendekatan tersebut dibela oleh Cal Crutchlow.
Jorge Lorenzo tengah menjadi sorotan usai insiden tabrakan beruntun di MotoGP Catalunya 2019. Aksi pembalap berusia 32 tahun itu yang hendak menyalip Maverick Vinales malah berujung negatif. Ia dianggap terlalu agresif saat membalap.

(Baca juga: Miller Sebut Lorenzo Balapan di Luar Kendali)
Jack Miller mengatakan, Jorge Lorenzo seperti kehilangan kontrol saat mengaspal sejak dari sesi pemanasan. Jackass meminta agar pembalap Repsol Honda itu agar lebih kalem saat pemanasan. Namun, aksi Jorge Lorenzo itu mendapat pembelaan dari Cal Crutchlow.
“Memang seperti itu gayanya Lorenzo. Dia selalu agresif di sesi pemanasan, (Maverick) Vinales juga seperti itu. Mereka sengaja mencari ritme yang tepat untuk start balapan,” tutur Cal Crutchlow, melansir dari Autosport, Jumat (21/6/2019).
“Lorenzo hampir selalu memulai balapan dari belakang, jadi ketika putaran pemanasan, dia selalu melaju ke depan. Sudut menikungnya juga lebih rebah di sesi pemanasan daripada balapan. Memang begitu caranya. Menurut saya, dia memang punya bakat alami, dan itu caranya membalap,” imbuh pria berpaspor Inggris tersebut.

Walau memicu terjadinya insiden tabrakan, Jorge Lorenzo tidak dijatuhi penalti apapun. Race Direction MotoGP menganggap insiden yang melibatkan Lorenzo, Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, dan Valentino Rossi tersebut adalah insiden balapan biasa.
(Ramdani Bur)