Pernat Sesali Sikap Petrucci yang Minta Maaf kepada Dovizioso

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 08 Juni 2019 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 07 38 2064377 pernat-sesali-sikap-petrucci-yang-minta-maaf-kepada-dovizioso-ZGToBdzYJV.jpg Dua pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. (Foto: MotoGP)

BOLOGNA – MotoGP Italia 2019 telah berakhir. Pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci, sukses keluar menjadi pemenang setelah melalui pertarungan sengit dengan dua rider lainnya, yakni Marc Marquez (Repsol Honda), serta rekan setimnya Andrea Dovizioso.

Berhasilnya Petrucci di Sirkuit Mugello, Italia, itu pun merupakan kemenangan pertama Petrucci semenjak mentas di ajang MotoGP. Tentu kemenangan tersebut terasa sangat spesial oleh The Petrux –julukan Petrucci. Apalagi ia memenangkan balapan tersebut di negara kelahirannya.

Danilo Petrucci

Akan tetapi, ketika balapan berakhir Petrucci justru meminta maaf kepada Dovizioso karena telah menyalipnya. Petrucci meminta maaf karena sejak awal ia ingin menjadikan rekan setimnya itu menjadi juara dunia di MotoGP 2019 ini. Namun, karena ia menyalip Dovizioso di lap terakhir, peluang pembalap berjuluk The Little Dragon untuk menang pun sirna.

Melihat Petrucci meminta maaf kepada Dovizioso ternyata membuat legenda balap motor Grand Prix (GP), Carlo Pernat, merasa geram. Pasalnya ia merasa seharusnya Petrucci tidak perlu meminta maaf kepada Dovizioso. Pernat melihat apa yang dilakukan Petrucci itu adalah hal yang wajar, yakni bersaing dengan siapa pun untuk mengincar kemenangan.

Jadi, Pernat sangat menyesali perbuatan Petrucci yang meminta maaf kepada Dovizioso. Pernat menilai setiap pembalap lain yang berada di lintasan adalah musuh. Jadi sedekat apa pun hubungan yang terjalin di luar balapan, namun ketika race berlangsung Petrucci seharusnya menganggap Dovizioso adalah rivalnya.

Marc Marquez vs Dovizioso vs Petrucci

“Jujur saja, saya tidak mengerti mengapa Danilo (Petrucci) meminta maaf, seharusnya dia melihat rekannya itu sebagai musuh pertama sekaligus terberat. Saya paham bagaimana hubungan mereka di luar lintasan, namun ketika balapan berlangsung seharusnya tidak ada kata teman,” tegas Pernat, dikutip dari GPOne, Sabtu (8/6/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini