Rasa kecewa menyelimuti pembalap berusia 20 tahun tersebut. Hal itu terlihat saat dirinya menangis ketika kembali ke paddock Yamaha SRT. Akan tetapi, Quartararo telah menemukan sisi positif di balik rasa kecewa. Pembalap Yamaha SRT itu sadar jika dirinya punya kecepatan untuk bersaing dengan para pembalap top.

“Sayangnya, tidak ada podium, tidak ada 5 teratas, tidak ada poin, tetapi pengalaman yang kami ambil sangat banyak. Kecepatan yang saya miliki dalam balapan luar biasa karena saya menemukan sesuatu saat mengendarai motor bersama orang-orang ini yang menurut saya adalah nilai tambah,” ungkap Quartararo, seperti yang dikutip dari Crash, Selasa (7/5/2019).
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.