nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kekurangan Fajar/Rian Menurut Pelatih Ganda Putra PBSI

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 03:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 19 40 2045703 ini-kekurangan-fajar-rian-menurut-pelatih-ganda-putra-pbsi-jP75u3AcVO.jpg Fajar/Rian. (Foto: Media PBSI)

JAKARTA – Ganda putra Indonesia saat ini boleh berbangga lantaran ada tiga wakilnya di peringkat lima besar dunia. Salah satu pasangan yang baru masuk ke peringkat lima besar dunia itu adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Fajar/Rian mengikuti jejak seniornya yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang bertengger di posisi keempat dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang berada di peringkat pertama. Memiliki tiga pasangan ganda putra di peringkat lima besar pun menjadi sejarah tersendiri untuk Indonesia karena hal itu baru pertama kali terjadi.

Baca Juga: Fajar/Rian Ingin Nikmati Permainan saat Hadapi Marcus/Kevin di Singapura Open 2019

Akan tetapi pelatih ganda putra PBSI, Henry Iman Pierngadi, berharap hasil tersebut tak membuat anak didiknya tak berpuas hati, terutama kepada Fajar/Rian. Menurut Henry IP masih banyak kekurangan yang ada di diri Fajar/Rian, salah satunya adalah belum bisanya memaksimalkan mental juara yang dimiliki oleh pasangan ganda putra peringkat kelima dunia tersebut.

Jadi menurut Henry IP, Fajar/Rian masih belum bisa memaksimalkan mental juara yang mereka miliki. Menurut Henry IP, ada beberapa laga disaat Fajar/Rian kalah dikarenakan mereka kurang bisa memiliki mental juara. Jadi disaat mereka tertekan, Fajar/Rian tak bisa bermain santai jadi banyak kehilangan poin.

“Dari dulu sih Fajar/Rian sudah punya keinginan untuk juara. Tapi mengaturnya yang belum bisa. Masih terburu-buru, apalagi kalau sudah mau game, itulah ciri pemain muda. Kalau poin tua, game ketiga kelihatan sekali. Kalau pemain senior kan tenang saja, mental juaranya kelihatan, itu yang mereka masih butuh,” tutur Henry IP, dikutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (19/4/2019).

“Fajar/Rian sudah ada mental juaranya, saya berharap nanti kalau memang mereka bisa lolos ke olimpiade (Tokyo 2020), matangnya di olimpiade, sesuai dengan usianya, sesuai sama grafiknya mereka. Kemajuan Fajar/Rian itu di kualitas permainannya, error-nya berkurang sekali, walaupun masih ada lah, tapi persentase nya sudah berkurang,” sambungnya.

“Kelihatan keyakinan pedenya meningkat, mau lawan siapa saja, nggak terlalu ada rasa khawatir. Sejak Asian Games 2018 mereka kelihatan peningkatannya, tapi kan ada dua turnamen Eropa yang mereka absen (Denmark dan French Open 2018), jadi turunnya banyak sekali,” pungkasnya.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini