“Kalau untuk hari ini lawan mereka, mungkin faktor keberuntungannya kurang. Mereka banyak menemukan celah kami di gim pertama. Kami kecolongan. Gim kedua agak tegang. Gim terakhir salahnya karena mati sendiri, kurang kontrol diri,” ujar Gloria Emanuelle Widjaja, mengutip dari laman resmi PBSI.
“Saya bermain lebih tegang daripada kemarin. Saya banyak mati sendiri. Kalau gim pertama lebih tenang, mungkin kami tinggal jaga pukulan saja. Kalau kami bermain seperti biasa, kami tidak akan sesulit tadi,” kata Hafiz Faizal.

Kegagalan tersebut terasa menyesakkan mengingat Hafiz/Gloria punya rekor bagus saat menghadapi Tan/Lai. Harapan Indonesia untuk memboyong gelar juara dari Singapura Open 2019 tersisa dari nomor tunggal putra, Anthony Ginting, dan ganda putra lewat duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang sukses melenggang ke final.
(Fetra Hariandja)