nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Wakil Terakhir Indonesia yang Juarai Bulu Tangkis Malaysia Open

Djanti Virantika, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 12:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 03 40 2038592 5-wakil-terakhir-indonesia-yang-juarai-bulu-tangkis-malaysia-open-qTJPVPclPl.jpg Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: Laman resmi PBSI)

AJANG bulu tangkis Malaysia Open 2019 Super 750 kembali digelar sejak Selasa 2 April 2019 hingga Minggu 7 April 2019. Bergengsinya turnamen ini membuat banyak pebulu tangkis dunia yang saling berebut gelar di ajang Malaysia Open.

Para pebulu tangkis Indonesia pun dipastikan turut memperebutkan gelar juara di ajang tersebut. Peluang wakil Indonesia untuk keluar sebagai kampiun tentu saja terbuka lebar. Sebab, Indonesia sendiri tercatat memiliki para juara di Malaysia Open.

Kali ini, Okezone pun akan membahas pebulu tangkis-pebulu tangkis Indonesia yang telah mencicipi gelar juara di ajang Malaysia Open. Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Rabu (3/4/2019), berikut lima wakil terakhir Indonesia yang menjuarai bulu tangkis Malaysia Open.

5. Nova Widianto/Liliyana Natsir (2009)

Di urutan kelima, ada pasangan ganda campuran legendaris Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir. Duet ciamik yang terus ditunjukkan Nova/Liliyana berhasil membuahkan sederet gelar juara, salah satunya di ajang Malaysia Open 2009.

Nova Widianto/Liliyana Natsir

Perjalanan Nova/Liliyana untuk keluar sebagai kampiun di ajang Malaysia Open 2009 sendiri terbilang mulus. Sebagai pasangan unggulan pertama kala itu, Nova/Liliyana bisa memenangkan seluruh pertandingan hanya dengan dua set.

Hal tersebut pun terjadi kala berhadapan dengan pasangan unggulan kedua asal Korea Selatan, Yong Dae Lee/Hyo Jung Lee. Nova/Liliyana dapat menyegel gelar juara hanya dalam pertarungan dua set dengan skor 21-14 dan 21-19.

4. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2013)

Selanjutnya, di posisi keempat, ada nama pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Setelah tiga tahun absen juara, Merah Putih akhirnya bisa kembali berkibar di ajang Malaysia Open lewat gelar juara yang didapat Ahsan/Hendra.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Sama seperti Nova/Liliyana, Ahsan/Hendra juga bisa melangkahkan kaki ke partai puncak dengan jalan yang cukup mudah. Mereka bisa memenangkan seluruh laga secara straight set, termasuk saat harus bertarung dengan rekan senegaranya, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, di babak kedua Malaysia Open 2013. Ahsan/Hendra bisa menyudahi laga dengan skor 21-15 dan 21-10.

Tren positif ini pun terus berlanjut hingga partai pamungkas. Berhadapan dengan wakil Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae, Ahsan/Hendra bisa memenangkan laga dengan skor 21-15 dan 21-13.

3. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2015)

Dua tahun kemudian, Ahsan/Hendra kembali keluar sebagai juara di ajang Malaysia Open. Mereka tampak tak mau berlama-lama berpuasa juara di ajang tersebut. Setelah absen di gelaran 2014, Ahsan/Hendra pun berhasil kembali merebut gelar juara di Malaysia Open pada 2015.

Langkah Ahsan/Hendra kali ini tak semulus dua tahun sebelumnya. Mereka beberapa kali harus terlibat pertarungan sengit yang membuat kemenangan baru bisa diklaim setelah bertarung tiga set. Hal itu terjadi sejak babak perempatfinal hingga final.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Di babak delapan besar, Ahsan/Hendra harus bekerja keras untuk menaklukkan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/ Kenichi Hayakawa. Beruntung, laga bisa dimenangi mereka dengan skor 10-21, 21-13, 21-12. Hal serupa juga tersaji di babak semifinal. Berhadapan dengan pasangan Denmark, Mathias Boe/ Carsten Mogensen, Ahsan/Hendra baru bisa memastikan tiket ke final setelah bertarung tiga set dengan skor 21-16, 18-21, dan 21-16.

Kondisi ini pun kembali tersaji di babak pamungkas. Ahsan/Hendra harus tertinggal lebih dahulu di set pertama oleh wakil Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, dengan skor 14-21. Beruntung, mereka bisa bangkit sehingga menyelesaikan dua set selanjutnya dengan apik. Kemenangan pun dipastikan jadi milik Ahsan/Hendra dengan skor akhir 14-21, 21-15, dan 23-21.

2. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2016)

Di posisi kedua, ada pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Liliyana kembali merasakan gelar juara di ajang Malaysia Open pada 2016. Tetapi, ia tak lagi merasakannya bersama Nova, melainkan bersama Tontowi.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Penampilan apik Tontowi/Liliyana telah terlihat sejak babak pertama. Berjumpa dengan wakil China, Wang Yilu/Chen Qinchen, Owi/Butet –panggilan akrab Tontowi/Liliyana– bisa menyelesaikan pertandingan dalam pertarungan dua set dengan skor akhir 21-18 dan 21-14.

Tren positif ini terus berlanjut hingga Tontowi/Liliyana memastikan diri menyegel satu tiket ke babak final. Di babak tersebut, Tontowi/Liliyana berhasil tampil memukau. Berhadapan dengan wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Tontowi/Liliyana bisa meraih kemenangan dengan skor 23-21, 13-21, dan 21-16.

1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (2017)

Terakhir, ada nama pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Penampilan impresif Marcus/Kevin kala itu berhasil membawa mereka merengkuh gelar juara Malaysia Open 2017.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Foto: Laman resmi PBSI

Marcus/Kevin memastikan diri keluar sebagai kampiun di ajang berlevel Super 750 itu setelah menaklukkan wakil China, Fu/Haifeng/Zheng Siwen. Duel sengit yang tersaji kala itu diselesaikan Marcus/Kevin dengan skor 21-14, 14-21, dan 21-12.

Gelar yang direngkuh The Minnions –julukan Marcus/Kevin menjadi yang terakhir diraih Indonesia di ajang Malaysia Open. Sebab, pada 2018, para pebulu tangkis Indonesia tak ada yang berhasil menyegel gelar juara di ajang tersebut.

1 / 5
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini