nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CEO McLaren Ancam Keluar dari F1

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 08:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 25 37 2034425 ceo-mclaren-ancam-keluar-dari-f1-AvR18TxeUI.jpg CEO McLaren Zak Brown (Foto: McLaren/Twitter)

WOKING – Masa depan Formula One (F1) tengah menjadi perbincangan hangat. Sebab, Federasi Balap Mobil Internasional (FIA), Liberty Media selaku promotor F1, dan perwakilan dari 10 tim akan bertemu pada beberapa pekan mendatang untuk membahas perubahan regulasi yang berlaku 2021.

Sejumlah pemimpin tim sudah mengancam akan keluar dari F1 jika usulan perubahan regulasi tidak sesuai dengan rencana jangka panjang tim. Salah satu yang membuat ancaman tersebut terlontar adalah usulan pembagian keuntungan yang lebih adil bagi tim-tim kecil.

Perlu diketahui, F1 memiliki Concorde Agreement yang akan habis pada 2020. Berdasarkan perjanjian tersebut, tim-tim besar mendapatkan porsi hadiah uang yang lebih besar dibandingkan tim-tim kecil. Liberty Media selaku promotor ingin mengubah pembagian uang tersebut agar lebih merata.

Duo pembalap McLaren, Carlos Sainz dan Lando Norris (Foto: Laman resmi F1)

(Baca juga: Penggunaan Aerodinamika Baru Dianggap Buat Balapan F1 Makin Menarik)

Scuderia Ferrari yang merupakan tim tradisional di F1 mengancam akan keluar jika aturan tersebut direvisi. Ancaman serupa kini juga disampaikan CEO McLaren, Zak Brown, apabila dua perhatian besarnya tidak terpenuhi, yaitu sisi finansial dan daya saing antartim.

Lando Norris (Foto: Formula 1)

“Jika dua syarat itu dipenuhi, maka daya saing semua tim akan lebih cepat. F1 memang punya periode di mana sebuah tim menjadi dominan, tetapi F1 yang hebat adalah tidak ada dominasi lagi. Bagi McLaren semua jelas, bagus dari sisi finansial dan punya daya saing yang adil serta kompetitif,” ujar Zak Brown, melansir dari GPBlog, Senin (25/3/2019).

“Tim-tim lain kerap menggunakan taktik tersendiri dalam negosiasi, tetapi semuanya harus bertanggung jawab secara finansial, terciptanya persaingan, dan jika kami menganggap regulasi baru ini tidak memunculkan situasi tersebut, kami harus meninjau ulang partisipasi di F1,” tukas pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini