Meski berhasil menunjukkan performa gemilang, Zarco nyatanya tetap tak diberikan kepercayaan untuk mendapatkan motor pabrikan dari Yamaha. Situasi yang membuat Zarco akhirnya memilih bergabung dengan KTM.

Keputusan membiarkan Zarco itu mendapatkan sebuah kritikan dari Eschenbacher. Pria yang juga berposisi sebagai kepala mekanik Zarco itu menilai keputusan Yamaha tersebut diyakininya sebagai sebuah kesalahan fatal.
“Saya lihat Yamaha telah melakukan kesalahan besar dengan membiarkan Johann pergi. Jujur saja, ini karena ia pembalap dengan gaya berkendara yang mulus dan punya presisi yang baik. Saya rasa Yamaha telah kehilangan rider yang sangat hebat. Saya harus katakan itu,” jelas Eschenbacher, seperti dikutip dari Speedweek, Kamis (21/3/2019).
(Mochamad Rezhatama Herdanu)