nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pensiun, Ini Prestasi Liliyana Natsir sebagai Pebulu Tangkis

Djanti Virantika, Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 27 40 2009978 pensiun-ini-prestasi-liliyana-natsir-sebagai-pebulu-tangkis-TMNZUl1e1x.jpg Liliyana Natsir. (Foto: Laman resmi PBSI)

JAKARTA – Perjalanan karier pebulu tangkis kebanggaan Indonesia, Liliyana Natsir, akan segera berakhir. Ajang Indonesia Masters 2019 dipastikan jadi pertandingan terakhir yang dilakoninya sebelum gantung raket.

Di penampilan terakhirnya ini, Liliyana memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara. Sebab, bersama pasangannya, Tontowi Ahmad, mereka melaju ke babak final yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019) mulai pukul 13.00 WIB. Tontowi/Liliyana bakal berhadapan dengan unggulan pertama, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Peluang untuk mengakhiri perjalanan karier dengan manis tentu saja dimiliki Liliyana. Sebab, Liliyana merupakan salah satu pebulu tangkis Indonesia yang memiliki bakat begitu gemilang. Sederet gelar juara telah berhasil direngkuhnya selama menjalani karier di dunia tepok bulu ini. Tak hanya di BWF Series, gelar juara juga diraihnya di ajang Olimpiade hingga Kejuaraan Dunia.

Di ajang Olimpiade, Liliyana telah tampil tiga kali, yakni pada 2008, 2012 dan 2016. Dari tiga penampilannya itu, wanita berusia 33 tahun itu dapat meraih satu medali emas dan satu perak. Medali perak diraih kala Liliyana masih berduet dengan Nova Widianto di Olimpiade 2008 yang berlangsung di Beijing, China. Kemudian medali emas, diraih Liliyana saat berpasangan dengan Tontowi di Olimpiade 2016 yang digelar di Rio Janeiro.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Sementara pada gelaran Olimpiade 2012, ia tak dapat meraih gelar apa pun. Hal itu terjadi lantaran mereka kalah di perebutan medali perunggu dari pasangan Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen.

Tak hanya di Olimpiade, gelar juara juga dapat diraih Liliyana Natsir di ajang Kejuaraan Dunia. Pebulu tangkis asal Manado ini telah menjadi empat kali juara dunia di sektor ganda campuran. Gelar ini diraihnya dengan dua pasangan yang berbeda, yakni Nova dan Tontowi. Bersama Nova, gelar juara dunia diraihnya dua kali pada 2005 dan 2007, sementara dengan Tontowi gelar didapat pada 2013 dan 2017.

BACA JUGA: Lakoni Laga Terakhir Bersama Liliyana, Ini yang Bakal Dikangenin Tontowi

Selain di Kejuaraan Dunia, di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia, prestasi yang gemilang juga berhasil ditorehkan Liliyana. Ia mengantongi dua gelar juara di ajang tersebut bersama dua pasangan yang berbeda. Gelar pertama diraih bersama Nova pada 2006. Sebelas tahun kemudian, Liliyana kembali mendapatkan gelar tersebut saat berpasangan dengan Tontowi.

Koleksi gelar Liliyana tak berhenti sampai di situ, di Kejuaraan Piala Dunia Bulu Tangkis, Lilyana juga dapat meraih satu gelar juara pada 2006. Gelar itu didapatkan kala dirinya masih berpasangan dengan Nova. Gelar Liliyana di ajang ini tak dapat bertambah karena ajang piala dunia bulu tangkis sudah tidak lagi digelar.

Selanjutnya, di ajang SEA Games, Liliyana juga dapat merengkuh gelar juara. Ia pernah merasakan naik podium pertama di ajang SEA Games pada 2005, 2007, 2009, dan 2011. Lima gelar didapatkannya pada empat gelaran tersebut. Pada Sea Games 2005, Liliyana meraih gelar juara di sektor ganda putra bersama Nova.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

(Foto: Okezone/Heru Haryono)

Dua tahun kemudian, pebulu tangkis yang lahir pada 9 September 1985 itu dapat memenangkan dua gelar yang diraih di sektor ganda putri bersama Vita Marisa dan di tim beregu putri. Kemudian, SEA Games 2009, duetnya dengan Nova kembali membuahkan gelar juara. Terakhir, gelar didapatkan Liliyana di ajang SEA Games 2011 yang digelar di Indonesia.

Prestasi yang begitu gemilang juga ditorehkan Liliyana di turnamen superseries BWF. Ia telah meraih puluhan gelar juara bersama Tontowi, Nova, serta Vita. Hampir semua gelar turnamen terbuka sudah didapatkan Liliyana, sepeti Denmark Open, China Open, hingga Indonesia Open.

Hanya di ajang Asian Games, Liliyana belum bisa meraih gelar juara. Keikutsertaannya di dua gelaran Asian Games hanya membuahkan medali perak dan perunggu. Medali perak diraih pada Asian Games 2018, sementara medali perunggu didapat pada 2014. Keduanya diraih bersama Tontowi.

Gelar juara juga tak didapatkan Liliyana di turnamen beregu, seperti Sudirman Cup dan Uber Cup. Prestasi terbaiknya hanyalah meraih medali perak di Sudirman Cup 2007 dan medali perak di Uber Cup 2008 yang digelar di Jakarta.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini