MUNDERFING – KTM Red Bull merupakan tim pabrikan yang terbilang baru di ajang MotoGP. KTM Red Bull baru bergabung dengan MotoGP pada musim balap 2017. Meski begitu, KTM nyatanya memiliki prinsip, di mana mereka tak ingin merekrut pembalap dengan nama besar, seperti Marc Marquez misalnya, di awal-awal keikutsertaan mereka di MotoGP.
Direktur Olahraga KTM Red Bull, Pit Beirer, mengungkapkan bahwa penting bagi sebuah tim yang masih baru untuk memulainya setahap demi setahap. Maka dari itu, Beirer memilih merekrut pembalap yang belum memiliki nama besar. Menurutnya, sebuah tim pendatang baru harus bisa menunjukkan kemampuannya, tanpa embel-embel pembalap besar.
(Baca juga: Marquez Yakin Lorenzo Mampu Tampil Mentereng di MotoGP 2019)

Beirer tidak menutupi bahwa jika memiliki kesempatan untuk bisa merekrut pembalap hebat seperti Marquez, maka ia ingin melakukannya. Akan tetapi, untuk tim yang masih baru seperti KTM, ia menjelaskan bahwa tak bisa terlalu percaya diri dengan mengharapkan kedatangan pembalap top yang bisa bertarung memperebutkan podium setiap balapan.
“Jika kita bisa menggantikan Bradley Smith dengan Marc Marquez saat itu (2017), saya akan mengatakan ya, ya. Tetapi ketika Anda memulai sebuah proyek sebagai pendatang baru, Anda tidak segera menjadi begitu percaya diri di paddock sehingga Anda mendapatkan pembalap yang dapat memenangkan balapan segera," ucap Beirer, mengutip dari Speedweek, Rabu (16/1/2019).

Kendati demikian, KTM tentu tak ingin terus berada di papan bawah. Mereka telah membuat proyek pengembangan. Salah satunya adalah melakukan kerja sama dengan Tim Tech3 untuk musim balap 2019, serta menggantikan posisi Smith dengan Johann Zarco.
(Fetra Hariandja)