nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Reaksi Presiden Bulu Tangkis Malaysia Ditinggal 4 Pemain Terbaik Sekaligus

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 14:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 40 1999437 reaksi-presiden-bulu-tangkis-malaysia-ditinggal-4-pemain-terbaik-sekaligus-MQEss5XEro.jpg Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR – Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Norza Zakaria, merespons kepergian empat pemain terbaiknya dari tim nasional atau pelatnas. Keempat pemain tersebut adalah Chan Peng Soon, Goh Liu Ying, Goh V Shem, dan Tan Wee Kiong.

Keempat pemain tersebut secara sekaligus menyatakan mundur dari pelatnas dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Keempat peemain tersebut merupakan satu pasangan ganda putra, Goh/Tan dan ganda campuran, Chan/Goh.

Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Foto: AFP)

Seperti diketahui, kedua pasangan tersebut merupakan peraih medali perak Olimpiade 2016. Bahkan hingga saat ini kedua pasangan tersebut masih menjadi andalan Malaysia. Tetapi keputusan kedua pasangan untuk keluar dari pelatnas Malaysia, tidak ingin dijadikan kesedihan berlarut-larut bagi BAM.

Baca juga Goh V Shem/Tan Wee Kiong Buka Suara soal Mundur dari Pelatnas Malaysia

“Ini bukan waktunya untuk kami merasa sedih dengan kehilangan beberapa pemain. Sebagai gantinya, kami harus mengambil kesempatan untuk mengembangkan pemain muda kami dan membangun ulang tim nasional,” ungkap Zakaria, mengutip dari Badminton Planet, Kamis (3/1/2019).

“Sebelumnya, kami fokus kepada para pemain senior. Tapi sekarang kami akan memberikan para pemain junior kami secara lebih di turnamen internasional,” tambahnya.

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Foto: AFP)

Meski kini BAM akan memfokuskan pada pengembangan usia muda, tetapi ia tidak menutup pintu para pemain yang keluar dari pelatnas untuk berlaga di kompetisi internasional. Bahkan Zakaria menegaskan sangat membuka lebar kepada para pemain nonpelatnas untuk sama-sama membidik target di Olimpiade 2020.

“Selanjutnya, kami masih tetap memberi kesempatan kepada para pemain senior yang meninggalkan BAM untuk berkompetisi di level internasional bersama pemain BAM. Meski demikian kami semua berusaha untuk mencapai tujuan yang sama untuk memenangkan medali di Olimpiade Tokyo 2020,” pungkasnya.

(Bad)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini