nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mutiara Cardinal Terkejut Bisa Kalahkan PB Djarum di Semifinal

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 22 Desember 2018 02:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 21 40 1994633 mutiara-cardinal-terkejut-bisa-kalahkan-pb-djarum-di-semifinal-F9zBwVKAKM.jpg Ganda putra PB Mutiara Cardinal (Foto: PBSI)

JAKARTA – Hasil mengejutkan didapat oleh PB Mutiara Cardinal Bandung kala mereka menumbangkan juara bertahan, PB Djarum, dalam lanjutan babak semifinal Kejurnas PBSI 2018 kategori beregu campuran. Mutiara Cardinal menang dengan skor meyakinkan 3-1, di mana Yulfira Barkah/Maretha Dea Giovani tampil sebagai penentu lolosnya mereka ke partai puncak.

Yulfira/Dea sejatinya tampil di pertandingan keempat, yang mana mereka harus berhadapan dengan Debby Susanto/Rosyita Eka Putri Sari. Meski tak mudah, namun Yulfira/Dea mampu memenangkan pertandingan tersebut dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-16.

(Baca juga: Tontowi Tak Alami Kendala Berpasangan dengan Gloria di Kejurnas PBSI 2018)

Yulfira/Dea menyadari bahwa untuk bisa lolos ke final, mereka harus mengalahkan Debby/Rosyita. Pasalnya, jika mereka kalah dan harus dilanjut ke pertandingan kelima, maka potensi kemenangan lebih besar dimiliki PB Djarum. Hal itu dikarenakan pada pertandingan terakhir dimainkan nomor ganda campuran, yang mana PB Djarum menurunkan pemain kawakan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Yulfira menerangkan bahwa target Mutiara Cardinal sendiri adalah hanya mencapai babak semifinal. Akan tetapi, pada kenyataannya mereka justru mampu mengalahkan PB Djarum yang merupakan juara bertahan dan dihuni oleh para pemain top. Maka dari itu, Yulfira benar-benar terkejut atas keberhasilan tersebut.

“Target kami adalah semifinal, kami tidak menyangka akan hasil ini, kami bisa mengalahkan PB Djarum yang merupakan tim kuat dan juara bertahan. Kami main nothing to lose dan lumayan percaya diri karena tim kami sudah unggul. Kami merasa harus memenangkan pertandingan ini karena kami tahu peluang tim kami di partai kelima cukup berat," jelas Yulfira, mengutip dari laman PBSI, Sabtu (22/12/2018).

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini