nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang BWF World Tour Finals 2018, Kevin/Marcus Kembali Jadi Andalan Indonesia

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 18:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 40 1988259 jelang-bwf-world-tour-finals-2018-kevin-marcus-kembali-jadi-andalan-indonesia-HNgEit4kwC.jpg Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi (Foto: PBSI)

GUANGZHOU – Ajang BWF World Tour Finals akan menjadi turnamen penutup bagi pebulu tangkis dunia tingkat atas pada musim 2018. Wakil Indonesia sendiri akan bertolak ke Guangzhou pada hari Minggu 9 Desember untuk tampil pada ajang yang dilangsungkan pada 12-16 Desember tersebut.

Indonesia meloloskan enam wakil ke World Tour Finals 2018 lewat Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto (tunggal putra), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri) dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

The Minions kembali menjadi andalan Indonesia untuk meraih paling tidak satu gelar juara dari Guangzhou. Hal tersebut tidak terlepas dari penampilan apik mereka sepanjang tahun ini. Kevin/Marcus yang kini duduk di peringkat pertama ganda putra memiliki kans paling besar untuk memenangkan gelar juara, sekaligus mempertahankan gelar yang mereka raih tahun lalu di Dubai Super Series Finals 2017.

Baca juga: Ini Wakil Indonesia yang Akan Turun di BWF World Tour Finals 2018

"Persiapannya kurang lebih sama, kalau Kevin lebih ke jaga kondisi, maintain saja otot tangannya, jangan sampai cederanya kambuh. Sedangkan Marcus fokus di peningkatan kualitas defense. Kalau kita lihat, terutama saat melawan pemain Tiongkok, Marcus paling sering diincar oleh lawan," ujar Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI, melansir dari laman resmi PBSI, Jumat (7/12/2018).

"Kami sudah evaluasi hal ini, sampai tadi pagi sudah keliahatan progressnya, banyak peningkatan dari segi pertahanannya. Kalau mau lihat kekalahannya kan banyak faktor penyebab. Pertama, soal hakim servis seperti yang terjadi di China Open, hal itu memang mengganggu konsentrasi mereka. Kami sudah mendiskusikan hal ini, apa yang harus dilakukan kalau terjadi lagi hal seperti ini. Kami sudah siap dengan solusi dan strateginya bagaimana,” tutupnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini