nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hamilton Juara Dunia F1 2018, Vettel: Itu Momen Mengerikan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 03:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 30 37 1971148 hamilton-juara-dunia-f1-2018-vettel-itu-momen-mengerikan-AkA70XPIfB.JPG Pembalap Scuderia Ferrari Sebastian Vettel (Foto: Henry Romero/Reuters)

MEXICO CITY – Pembalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, mengakui kekalahannya dari Lewis Hamilton di Formula One (F1) 2018 adalah momen mengerikan. Sebab, pria berpaspor Jerman itu sudah mengerahkan segala kemampuan untuk mencegah rivalnya tersebut menyegel gelar juara lebih cepat.

Sebagaimana diketahui, Hamilton memastikan diri sebagai juara dunia F1 2018 setelah finis di posisi empat pada seri Meksiko akhir pekan lalu. Selisih poinnya dengan Vettel yang mencapai 64 poin sudah tidak mungkin dikejar dengan dua seri tersisa di mana raihan angka maksimal adalah 50.

(Baca juga: Hamilton Raih Gelar Juara Dunia F1 Kelima, Vettel Beri Ucapan Selamat)

Sebastian Vettel

Sebastian Vettel memang sempat menyalip Hamilton sehingga berhasil finis di posisi dua. Akan tetapi, pembalap asal Inggris itu hanya butuh minimal finis di peringkat tujuh apabila Vettel memenangi F1 GP Meksiko 2018. Pria berusia 31 tahun itu mengaku menyesal tidak memperhatikan perolehan angka.

“Itu momen yang mengerikan. Anda mengerahkan segala kemampuan walau sulit untuk mencegahnya. Akan tetapi, saya tidak terlalu memperhatikan perolehan poin secara matematis dan mencoba untuk bertahan sebisa mungkin,” ucap Vettel, dilansir dari Crash, Rabu (31/10/2018).

“Saya sudah mengalaminya sebanyak tiga kali sekarang, tetapi masih terasa mengecewakan ketika menyadari tidak lagi bisa memenangi kejuaraan. Bukan hari-hari yang menyenangkan dan Anda harus berkaca tidak hanya pada satu momen tertentu tetapi juga upaya sepanjang tahun,” imbuh mantan pembalap Red Bull Racing tersebut.

Lewis Hamilton

Vettel pantas menyesali kegagalannya merebut titel juara dunia F1 kelima pada musim ini. Sebab, ia sempat memimpin klasemen hingga pertengahan musim, sebelum melakukan sejumlah kesalahan fatal yang membuat perolehan poinnya tersendat.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini