"Ada yang meagukan pertandingan, tapi data digital ada. Kami tidak takut, kami tidak mau bermain di sini. Kita di sini bicara kualitas, kami tidak ingin mendapat medali emas yang tidak berkualitas. Kasihan sudah tiga tahun (atlet latihan) dikalahkan hanya karena ingin silat berkembang, makanya kita fokus pada kualitas," ucap Edhy.
"Anda lihat tadi Malaysia (Jufferi) di kelas E sebenarnya bisa menang. Tapi dia kecolongan di detik terakhir. Dia kemudian tidak mau meneruskan lagi karena kesal. Silakan saja protes. Tempat protes ada, semua ada. Kita juga di malaysia waktu dicurangi pun tidak pikir untuk protes," tambahnya.

Edhy juga membantah terkait adanya pembalasan dendam setelah tim pencak silat Indonesia sempat dicurangi di SEA Games 2017. Kala itu tim Indonesia juga merasa dirugikan ketika pasangan ganda putra yakni Yola Primadona Jampil/Hendy gagal meraih emas.
"Ini bukan balasan. Kita bicara fakta, fakta itu didokumentasi. Ada aturan ada saran protes, semua ada fasilitasnya. Dan kita tidak pernah merasa seolah-olah kita menang karena curang. Tidak ada kata curang. Kami yakin pencak silat akan terus digandrungi," tutupnya.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.