“Yamaha telah memasuki era baru dan tidak memiliki peningkatan apa pun. Ini adalah masalah besar karena akan berlanjut hingga tahun depan dan celah ke atas akan terus tumbuh,” ujar Pernat, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Jumat (17/8/2018).
“Di beberapa rute, seperti Malaysia dan Australia, Rossi bakal mengatakan bahwa situasinya sangat sulit. Hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan Maverick Vinales,” lanjutnya.

Hasil yang kurang memuaskan memang harus diraih pembalap Yamaha pada musim ini. Setelah perhelatan MotoGP 2018 berjalan 11 seri, Vinales serta The Doctor –julukan Rossi– belum bisa meraih satu pun kemenangan.
(Djanti Virantika)