nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Anak Didik Valentino Rossi di Ajang Grand Prix 2018, Nomor 2 Paling Mentereng

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 14:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 26 38 1927656 5-anak-didik-valentino-rossi-di-ajang-grand-prix-2018-nomor-2-paling-mentereng-DBY7cJGLuz.jpg Francesco Bagnaia (Foto: AFP)

TIDAK bisa dipungkiri jika Valentino Rossi menjadi salah satu sosok penting di dunia balap motor saat ini. Pembalap berjuluk The Doctor itu telah mencatatkan segudang prestasi sejak memulai karier profesionalnya pada 1996 lalu. Mengawali karier balapnya dari kelas 125 cc, Rossi terus berkembang menjadi salah satu pembalap disegani hingga saat ini.

Total sembilan kali gelar juara telah diraih pembalap kelahiran Tavullia, Italia tersebut, dimana enam diantaranya ia raih di kelas utama MotoGP. Tidak hanya itu, telah menjadi rahasia umum bahwa akademi bentukan pembalap MotoGP, Valentino Rossi, yang ia beri nama Academy VR46 telah memberikan kontribusi bagi prestasi beberapa pembalap asal Italia. Hal itu terbukti dari prestasi mereka yang bahkan salah satu diantaranya telah naik kasta ke kelas tertinggi MotoGP.

Kali ini, Okezone pun akan membahas tentang lima anak didik Rossi di ajang Grand Prix 2018.

5. Lorenzo Baldassarri (Pons HP40)


Lorenzo Baldassarri menjadi salah satu pembalap yang cukup diperhitungkan di kelas Moto2. Baldassarri tampil cukup kompetitif dengan raihan tiga kali podium sepanjang paruh pertama musim balap 2018. Hasil cukup positif tersebut membuat dirinya berada di peringkat kelima klasemen sementara Moto2 2018 dengan raihan 93 poin.

Memulai karier di ajang grand prix pada 2013 dengan turun di ajang Moto3. Sayangnya di kelas tersebut, Baldassarri belum bisa berbicara banyak. Bahkan, Baldassarri tak bisa mengoleksi satu poin pun bersama Tim Go&Fun Gresini Moto3.

Meski tak bisa mentereng di kelas Moto3, Baldassarri sukses mendapatkan sponsor dan naik kelas ke Moto2. Pembalap berusia 21 tahun bergabung dengan Tim Gresini Moto2 dengan menggunakan motor Suter.

4. Stefano Manzi (Forward Racing Team)


Stefano Manzi merupakan salah satu pembalap keluaran akademi VR46. Pembalap kelahiran Ramini, Italia itu memulai karier balap profesionalnya di kelas balap Moto3 pada tahun 2015. Bergabung dengan Tim Mahindra Racing, Manzi sebelumnya diprediksi mampu menjadi pembalap yang cukup diperhitungkan di kelas Moto3.

Akan tetapi, di musim pertamanya Manzi justru tak mampu berbicara banyak dengan hanya mampu finis di posisi ke 27 dengan raihan 10 poin. Hal serupa ia alami di musim keduanya. Manzi bahkan hanya tampil sebanyak tiga pada musim tersebut.

Musim 2017, Manzi berhasil naik kasta ke Moto2. Tampil di kelas Moto2, Manzi diberikan kesempatan untuk menunggangi motor Kalex. Bukannya membaik, prestasinya justru stagnan. Prestasinya di musim 2018 tidak jauh berbeda. Saat ini ia terpuruk di peringkat 23 usai hanya mampu meraih enam poin dari sembilan balapan yang telah digelar.

3. Luca Marini (Sky Racing Team VR46)


Luca Marini menjadi anak didik jebolan Academy VR46 selanjutnya. Marini mentas pertama kali di kelas Moto3 pada 2013. Saat itu, Marini hanya mendapatkan kesempatan untuk bisa mentas di seri ke-13 yakni di San Marino sayangnya ia gagal menuntaskan race.

Marini absen balapan di 2014. Kembali pada 2015 dengan langsung menjajal kelas Moto2. Pada musim tersebut juga, Marini hanya mendapatkan kesempatan untuk mentas sebanyak satu race yang di San Marino.

Penampilannya di lintasan terus mengalami perkembangan. Saat ini Marini berada di peringkat 11 dengan raihan 43 poin.

2. Francesco Bagnaia (Sky Racing Team VR46)


Francesco Bagnaia mungkin menjadi salah satu murid Valentino Rossi yang memililki prestasi paling mentereng musim ini. Bagnaia saat ini menjadi salah satu pembalap yang paling diperhitungkan di kelas Moto2. Bukan tanpa alasan, pembalap 21 tahun itu tampil sangat menjanjikan sejak awal 2018. Berkat penampilan apiknya, Bagnaia saat ini berada diperingkat pertama klasemen sementara Moto2 dengan raihan 148 poin.

Bagnaia sendiri memulai kariernya dengan turun di kelas Moto3 pada 2013. Sayangnya musim tersebut tak ada satu pun poin yang dikoleksi oleh Bagnaia. Musim berikutnya, Bagnaia berhasil finis di urutan 16 dengan koleksi 50 angka.

Performa Bagnaia di lintasan terus mengalami peningkatan. Gelaran 2016, menjadi musim yang cukup baik bagi Bagnaia di kelas Moto3. Ia berhasil finis di peringkat keempat di akhir musim dengan torehan 145 poin.

1. Franco Morbidelli (Marc VDS Honda)


Franco Morbidelli menjadi satu-satunya pembalap jebolan Academy VR46 yang mentas di kelas utama MotoGP. Saat ini Morbidelli yang tergabung bersama Tim Marc VDS bertandem dengan Thomas Luthi di musim kompetisi MotoGP 2018.

Musim balap 2018 merupakan musim pertamanya di kelas utama MotoGP. Pembalap asal Italia itu naik ke kelas utama usai menorehkan catatan apik di kelas Moto2. Musim 2017 menjadi prestasi terbaiknya. Pada musim tersebut, Morbidelli berhasil keluar sebagai juara dunia di kelas Moto2.

1
5
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini