Terkait dengan target di Asian Games 2018, Dody memilih realistis karena olahraga bola tangan di Indonesia yang belum sepopuler cabang olahraga lain. Kendati demikian, ABTI tetap memberi target kepada skuadnya.
Terlebih, saat ini, timnas bola tangan dilatih oleh Yoon Tae Il yang berasal dari Korea Selatan (Korsel). Masuknya Tae Il dalam timnas didasarkan pada rekomendasi dari Federasi Bola Tangan Asia (AHF) demi memajukan prestasi olahraga ini di Indonesia.
BACA JUGA: 1.826 Atlet dari Berbagai Cabang Olahraga Ikut Serta dalam Porwil Medan 2018
"Untuk Asian Games 2018, kami memang tidak bisa menjanjikan apa-apa karena banyak negara lain yang lebih kuat. Tapi, kami menargetkan kepada tim putra maupun putri agar setidaknya mampu menembus putaran final," kata Dody menambahkan.
Ia pun berharap, di masa yang akan datang, olahraga bola tangan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Maklum, sejak berdiri pada 2007, ABTI tercatat baru memiliki 20 pengurus provinsi (pengprov)
Oleh karena itu, Dody menargetkan ABTI kelak memiliki 34 pengprov di masa kepemimpinannya, yakni periode 2018-2022. Ini dimaksudkan agar memudahkan pengembangan olahraga bola tangan di Tanah Air.
"Sebagai salah satu cabang Olimpiade, sudah seharusnya bola tangan mendapat perhatian lebih. Kami bersyukur, setidaknya untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, bola tangan akan dipertandingkan secara resmi," kata Dody menegaskan.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.