Image

Presiden FIM : Marquez Salah, tapi Tindakan Rossi Terlalu Berlebihan

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 13 38 1886250 presiden-fim-marquez-salah-tapi-tindakan-rossi-terlalu-berlebihan-v50ARKKuw1.jpg Marc Marquez dan Valentino Rossi (Foto:Crash)

MIES - Presiden Federasi Balap Motor Dunia (FIM), Vito Ippolito, membenarkan pendapat legenda balap Giacomo Agostini soal insiden yang melibatkan Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Argentina 2018. Sebelumnya, Agostini menekankan bahwa tuduhan Rossi tidak benar. Marquez tidak bermaksud untuk menjatuhkan lawan-lawannya dengan sengaja. Agostini juga mengatakan, banyak pihak yang melebih-lebihkan insiden Marquez-Rossi tersebut.

"Dia benar, Marquez tidak sengaja melakukannya. Memang benar bahwa dia mengemudi dengan sangat agresif, bahkan kadang-kadang terlalu sering, dan dia harus sedikit disiplin untuk itu. Namun di sisi lain, Valentino (Rossi) bertindak terlalu jauh dengan komentarnya. Dia memiliki basis penggemar yang besar dan kata-katanya tidak bagus untuk olahraga kami," ujar Ippolito.

"Saya sudah membaca koran dan saya kesal. Saya tidak ingin hal yang sama seperti pada 2015 terulang. Insiden ini tidak mencerminkan sikap mereka (Valentino Rossi dan Marc Márquez) sebagai juara dunia MotoGP,” lanjutnya.

BACA JUGA: Lorenzo Komentari Insiden Marquez-Rossi di MotoGP Argentina 2018

Presiden FIM itu juga kecewa dengan kejadian Marquez yang disuir ketika mendatangi paddock Yamaha untuk meminta maaf atas insiden di lintasan. Ippolito juga menyayangkan sikap Managing Director Yamaha, Lin Jarvis yang tidak melakukan apa-apa.

"Menurut saya, yang dilakukan Valentino (Rossi) adalah tindakan yang buruk. Dia memiliki jumlah penggemar yang luar biasa di Argentina, dan itu normal bagi mereka untuk panik ketika itu terjadi. Valentino terlalu terbawa situasi,” kata Ippolito.

Persaingan antra kedua pembalap memanas semenjak kejadian pada 2015. Saat itu The Doctor –julukan Rossi– sedang bersaing memperebutkan gelar Juara Dunia MotoGP bersama rekan satu timnya, Jorge Lorenzo.

BACA JUGA: Pol Espargaro Hadapi Banyak Masalah di MotoGP Argentina 2018

Pada seri ke-17 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rossi terlibat insiden dengan Marquez. Saat itu The Doctor menilai Marquez sengaja melambatkan motornya. Karena kesal terus mendapat gangguan dari Marquez, Rossi menyenggol Marquez di tikungan hingga akhirnya pembalap Repsol Honda itu terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan.

Keuntungan didapatkan Lorenzo dari insiden yang melibatkan Marquez dan Rossi itu. Akibat ulahnya tersebut, The Doctor dihukum start dari baris belakang pada seri terakhir MotoGP 2015 di Sirkuit Valencia. Hal tersebut otomatis memudahkan Lorenzo merebut gelar juara dunia MotoGP ketiganya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini