Image

Stoner Jelaskan Persaingan Sengit Lorenzo & Rossi di MotoGP 2015

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018, 15:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 11 38 1843527 stoner-jelaskan-persaingan-sengit-lorenzo-rossi-di-motogp-2015-cbrn7qAbrA.jpg Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi (Foto: Reuters / Marcelo del Pozo)

AALST – Persaingan sengit terjadi di MotoGP 2015 yang melibatkan dua pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Saat itu, Lorenzo tampil sebagai juara dunia musim 2015 dengan mengumpulkan 330 poin.

X-Fuera -julukan Lorenzo- itu unggul tipis lima angka dari rekan setimnya, Rossi yang harus puas menjadi runner-up di klasemen akhir MotoGP 2015. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu telah 12 naik podium dari total 18 seri balapan dalam semusim.

Baca juga: Rossi Sebut Kekalahannya di MotoGP 2015 Tidak Adil

Sepanjang gelaran MotoGP 2015, Lorenzo meraih tujuh kemenangan di Grand Prix (GP) Spanyol, Prancis, Italia, Catalunya, Republik Ceko, Aragon, dan Valencia. Sedangkan Rossi memperoleh 15 podium dengan catatan empat kemenangan di GP Qatar, Argentina, Belanda, dan Inggris.

Padahal, Rossi terbilang tampil konsisten di MotoGP 2015 lantaran selalu finis di 18 seri. Namun, pembalap berjuluk The Doctor itu tak beruntung lantaran di seri terakhir yakni GP Valencia hanya finis keempat dan Lorenzo justru tampil tercepat.

Melihat persaingan tersebut, mantan pembalap Ducati, Casey Stoner mengatakan Rossi memberikan perlawanan kepada Lorenzo hingga seri terakhir di Valencia. Namun, ia mengakui Lorenzo lebih unggul dan beruntung daripada The Doctor.

Lebih lanjut, Stoner menyayangkan aksi Rossi bersenggolan dengan Marc Marquez (Honda) yang menyebabkan The Baby Alien -julukan Marquez- gagal finis di Sirkuit Sepang, Malaysia. Alhasil, The Doctor mendapat hukuman di Valencia dengan start dari posisi paling belakang.

Baca juga: Rossi: Harusnya Seri Pamungkas MotoGP 2015 Bisa Jadi Balapan Terbaik

“Rossi selalu memenangi kejuaraan dengan jarak yang besar atau dengan setidaknya satu balapan tersisa, tapi tahun ini (2015) Lorenzo memiliki momentum untuk memaksakan persaingan berlangsung hingga akhir seri. Bahkan tanpa penalti kepada Rossi di Valencia, saya pikir Lorenzo masih akan memenangi titel juara itu,” kata Stoner, seperti dilansir Motorcyclenews, Kamis (11/1/2018).

“Saya paham mengapa Rossi begitu frustrasi di Sepang tapi dia kehilangan ketenangannya. Saya harap menyaksikan Rossi yang lebih bijak dan berpengalaman. Rossi sendiri mengacaukan peluangnya,” tutup pembalap berpaspor Australia tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini