Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Anak Didik Valentino Rossi yang Tampil di MotoGP dan Moto2 2018

Nanda Karlita , Jurnalis-Kamis, 28 Desember 2017 |19:29 WIB
5 Anak Didik Valentino Rossi yang Tampil di MotoGP dan Moto2 2018
Franco Morbidelli (Foto: MotoGP)
A
A
A

MEMANG telah menjadi rahasia umum bahwa akademi bentukan pembalap MotoGP, Valentino Rossi, yang ia beri nama Academy VR46 telah memberikan kontribusi bagi prestasi beberapa pembalap asal Italia. Hal itu terbukti dari prestasi mereka yang bahkan salah satu diantaranya telah naik kasta ke kelas tertinggi MotoGP.

Nama tersebut adalah Franco Morbidelli yang di musim 2018 akan bergabung dengan Marc VDS bertandem bersama Thomas Luthi. Morbidelli berhasil naik kasta karena bakatnya telah dilirik oleh Honda saat mentas di Moto2.

Dengan penjelasan tersebut agaknya cocok untuk mengupas perjalanan Morbidelli dan beberapa rider dari Academy VR46. Berikut lima nama rider yang akan Okezone kupas di ajang balapan paling bergengsi di dunia itu.

5. Lorenzo Baldassarri - Pons HP40

Memulai karier di ajang grand prix pada 2013 dengan turun di ajang Moto3. Sayangnya di kelas tersebut, Baldassarri belum bisa berbicara banyak. Bahkan, Baldassarri tak bisa mengoleksi satu poin pun bersama Tim Go&Fun Gresini Moto3.

Meski tak bisa mentereng di kelas Moto3, Baldassarri sukses mendapatkan sponsor dan naik kelas ke Moto2. Pembalap berusia 21 tahun bergabung dengan Tim Gresini Moto2 dengan menggunakan motor Suter.

Pada 2014 di mana menjadi tahun pertamanya di Moto2, Baldassarri juga tak bisa tampil dengan cukup baik. Bahkan ia hanya berhasil mengoleksi 20 poin dari 18 balapan yang diikuti. Pada 2015, Baldassarri mampu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Pembalap kelahiran San Severino Marche, Italia, itu berhasil menutup musim di urutan kesembilan di akhir klasemen pembalap. Di akhir musim itu, Baldassarri berhasil mengoleksi 96 poin. Di musim berikutnya, Baldassari mampu tampil semakin baik.

Di akhir musim 2016, Baldassarri berhasil menorehkan posisi terbaiknya yakni di urutan kedelapan dengan 127 angka. Sayang kiprah menariknya itu merosot di musim ini dengan berada di urutan ke-16 dengan 51 angka.

4. Stefano Manzi - Forward Racing

Stefano Manzi menjadi rider keluaran Academy VR46 yang telah memiliki karier di MotoGP. Pada 2015, Manzi turun di kelas Moto3 bersama Tim Mahindra Racing. Di musim pertamanya, Manzi belum menunjukkan penampilan terbaiknya.

Di akhir musim, Manzi hanya mengoleksi 10 poin dan menempatkannya di urutan ke-27. Hasil lebih buruk diraih oleh pembalap berusia 18 tahun itu. Mendapatkan kesempatan untuk membalap di semua seri, Manzi hanya turun di tiga seri balapan.

Hasil ini membuat Manzi hanya berada di urutan ke-29 dengan 13 angka. Namun di Inggris, Manzi berhasil finis di urutan keempat yang notabenenya raihan terbaiknya. Musim 2017, Manzi berhasil naik kasta ke Moto2.

Di Moto2, Manzi diberikan kesempatan untuk menunggangi motor Kalex. Bukannya membaik, prestasinya justru stagnan. Di akhir musim 2017, pembalap kelahiran Rimini, Italia, itu hanya menempati urutan ke-25 dengan 14 poin.

3. Luca Marini - Sky Racing VR46

Luca Marini menjadi anak didik jebolan Academy VR46 selanjutnya. Marini mentas pertama kali di kelas Moto3 pada 2013. Saat itu, Marini hanya mendapatkan kesempatan untuk bisa mentas di seri ke-13 yakni di San Marino sayangnya ia gagal menuntaskan race.

Marini absen balapan di 2014. Kembali pada 2015 dengan langsung menjajal kelas Moto2. Pada musim tersebut juga, Marini hanya mendapatkan kesempatan untuk mentas sebanyak satu race yang di San Marino.

Kali ini, Marini sukses finis di urutan ke-21. Pada musim berikutnya, Marini dipercaya untuk turun di semua race balapan. Dengan kesempatan tersebut, pembalap berusia 20 tahun itu berhasil menutup musim di urutan ke-23 dengan koleksi 34 angka.

Pada musim 2017, Marini berhasil memperbaiki catatannya. Pembalap kelahiran Urbino, Italia, berhasil menutup kompetisi dengan berada di urutan ke-15 dengan koleksi 59 angka.

2. Francesco Bagnaia - Sky Racing VR46

Francesco Bagnaia agaknya memiliki catatan prestasi yang terbilang menunjukkan peningkatan yang paling konsisten. Bagnaia berkarier di MotoGP dengan turun di kelas Moto3 pada 2013. Sayangnya musim tersebut tak ada satu pun poin yang dikoleksi oleh Bagnaia.

Musim berikutnya Bagnaia berhasil finis di urutan 16 dengan koleksi 50 angka. Musim berikutnya, Bagnaia kembali naik dua tangga dengan finis di urutan ke-14 yang mengoleksi 76 angka. Di 2016, menjadi musim yang paling baik bagi Bagnaia di kelas Moto3.

Bagnaia berhasil menutup musim di urutan empat dengan koleksi 145 angka. Torehan poin itu berhasil didapatkan dengan enam kali naik podium. Dari enam raihan tersebut, dua diantaranya berhasil menduduki podium utama, lalu sekali menjadi runner-up dan sisanya berada di urutan ketiga.

Di musim 2017, Bagnaia berhasil naik kasta ke kelas Moto2. Di Moto2, Baganaia berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya. Di musim perdananya, pembalap berusia 20 tahun itu berhasil menduduki posisi lima dengan koleksi 174 poin.

1. Franco Morbidelli - Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Honda

Franco Morbidelli agaknya menjadi satu-satunya pembalap jebolan Academy VR46 yang masuk ke kelas tertinggi MotoGP. Morbidelli musim depan akan bergabung bersama Tim Marc VDS yang bertandem dengan Thomas Luthi.

Sebelum memastikan tempat di kelas tertinggi MotoGP, Morbidelli memiliki musim yang terbilang impresif. Mentas di ajang grand prix pertama kali di kelas Moto2 pada 2013, Morbidelli hanya diberikan tiga kali kesempatan tampil.

Dari ketiga kesempatan itu, Morbidelli tak bisa meraih satu pun poin. Di musim berikutnya, Morbidelli mendapatkan kesemptana penuh untuk balapan dan langsung melonjak ke posisi 11 saat di akhir musim.

Musim berikutnya, Morbidelli menutup musim di urutan ke-10 dengan koleksi 90 angka. Di 2016, Morbidelli tampil impresif. Pembalap berusia 23 tahun itu berhasil mencatatkan delapan kali raihan podium (empat raihan runner-up dan empat di posisi tiga).

Di 2017, Morbidelli sukses dinobatkan sebagai jawara Moto2. Ia berhasil mengoleksi 308 poin dari 12 kali raihan podium di mana delapan diantaranya berhasil keluar sebagai pemenang (sekali runner-up dan tiga kali juara tiga).

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement