Image

Soal Pesan di Dashboard untuk Lorenzo, Dall'Igna: Itu Sebuah Saran Bukan Perintah

Nanda Karlita, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 05:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 38 1813538 soal-pesan-di-dashboard-untuk-lorenzo-dall-igna-itu-sebuah-saran-bukan-perintah-LRxdfu8jL5.jpg Gigi Dall'Igna (Foto: AFP)

VALENCIA – Drama kembali terjadi di Tim Ducati Corse saat dua pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, bertarung di seri terakhir MotoGP 2017. Keduanya bersaing untuk menempati posisi empat.

Saat itu, Lorenzo berada di depan Dovizioso yang menempati urutan lima. Namun Dovizioso yang berada di trek juara memiliki keinginan besar untuk memenangi balapan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.

Sebelum menduduki urutan pertama, Dovizioso justru mendapatkan perlawanan ketat dari Lorenzo hanya untuk menghuni posisi empat. Melihat pertarungan kedua pembalap, kru tim asal Italia itu memberikan pesan melalui dashboard agar Lorenzo sedikit mengurangi kecepatannya.

Namun sayangnya, pesan tersebut tidak digubris oleh rider asal Spanyol itu. Bahkan kedua pembalap harus harus gagal menuntaskan balapan. Lorenzo terjatuh saat berada di lap 24 sementara Dovizioso keluar balapan di putaran ke-25.

Melihat sikap Lorenzo yang mengabaikan pesan di Dashboard, Bos Ducati, Gigi Dall’Igna, angkat bicara. Dall’Igna menegaskan bahwa pesan tersebut diberikan kepada X-Fuera –julukan Lorenzo– bukan sebuah bentuk dari Team Order. Namun ada pertimbangan lainnya mengapa pesan itu dikeluarkan oleh Ducati.

“Ini adalah saran, bukan suatu perintah. Tahun ini kami memiliki beberapa balapan yang bisa Anda lihat kami memenangkannya. Dan ada beberapa balapan yang bisa Anda menangkan dengan mengendalikan sepanjang balapan,” ujar Dall’Igna, mengutip dari Crash, Selasa (14/11/2017).

“Anda tahu kami memiliki masalah dengan keausan ban. Jadi saran kami saat itu adalah bahwa pembalap yang tercepat harus berada di depan untuk tetap bisa memenangkan balapan dan itu yang kami pikir adalah Dovi. Ini adalah tujuan kami selama balapan,” tambah pria asal Italia itu.

“Pendapat kami saat menonton TV, Dovi adalah pembalap tercepat dan jadi kami ingin dia berada di depan Lorenzo. Tapi pembalapnya punya pendapat berbeda. Lorenzo saat melihat sinyal kami di dashboard mencoba untuk lebih cepat sehingga Dovi tidak bisa menyalipnya. Saya pikir itu adalah kesalahpahaman kami dengan pembalap,” jelasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini