LESMO – Pesona ajang MotoGP memang tidak lepas dari peran seorang pembalap asal Italia, Valentino Rossi. Memulai debutnya di premier class pada Grand Prix (GP) 2000, Rossi langsung tancap gas dan mengukuhkan diri menjadi salah satu rider terbaik di dunia balap.
Teranyar, pembalap berusia 38 tahun itu membuat banyak orang takjub dengan keputusannya melakoni GP Aragon 2017. Saat itu, Rossi masih belum pulih benar terkait operasi kaki kanannya yang cedera saat berlatih motocross. Ia pun sempat absen di GP San Marino, satu seri sebelum Aragon.
Baca juga: Vinales dan Rossi Bersaing Ketat, Meregalli Tegaskan Tak Ada Aturan soal Titel Juara
Namun, ambisi sang pembalap tidak menghalangi semangatnya untuk mengaspal di lintasan. Rossi pun finis kelima di Aragon dengan sihirnya. Meski begitu, para pembalap tetap mengkhawatirkan masa depan The Doctor –begitu Rossi dijuluki– di musim berikutnya.
Hanya satu kali menjadi pemenang selama melakoni 14 seri GP 2017, penampilan Rossi bersama Tim Movistar Yamaha dianggap menurun. Kontrak Rossi pun ikut menjadi sorotan. Para penggemar khawatir akan mendengar kabar pensiun rider bernomor 46 itu dalam waktu dekat.