BAGI Anda penggemar MotoGP, tentu sudah tak asing dengan nama Michael ‘Mick’ Sydney Doohan, pembalap andal Honda yang pernah menjuarai lima Grand Prix (GP) di karier emasnya. Tampil di ajang balap kelas 500 cc sejak 1989, Doohan menjadi juara untuk pertama kalinya pada 1994.
Sejak GP 1994, Doohan terus mempertahankan tren positif hingga bisa kembali merebut titel juara dalam empat musim berikutnya. Pada akhirnya, rider asal Australia itu menorehkan rekor juara lima kali berturut-turut yakni pada GP 1994 hingga 1998.
Kali ini, Okezone pun akan menghimpun informasi penting dari setiap gelar yang diraih pembalap kelahiran 4 Juni 1965 itu. Merebut lima titel juara secara beruntun, ini fakta menarik penampilan Doohan selama GP 1994 hingga 1998.
5. GP 500 cc 1994
Melakoni GP 1994, Doohan memulai seri pertama di Australia dengan torehan tempat ketiga. Berikutnya, ia mencuri podium teratas di Malaysia, hingga seri terakhir yang berlangsung Catalunya, Doohan tidak pernah keluar dari posisi tiga teratas. Tak aneh jika ia dengan mudah merebut titel juara pertamanya. Dengan koleksi 317 poin, Doohan jauh unggul ketimbang Luca Cadalora (174 poin) di urutan kedua.
4. GP 500 cc 1995
Tampil mentereng, Doohan lagi-lagi tidak terkalahkan selama berkompetisi di GP 1995. Membuka seri pertama di rumah sendiri, sang rider langsung merebut kemenangan pertama. Meski sempat dua kali gagal menyelesaikan balapan dari 13 seri yang ada, Doohan berhasil mengumpulkan 248 poin. Kali ini Daryl Beattie, rider di posisi runner-up, mengekor dengan torehan 215 poin.
3. GP 500 cc 1996
Masih dengan NSR500 andalan Honda, Doohan berhasil mengoleksi trofi juara ketiganya pada GP 1996. Meski membuka seri pertama dan menutup seri terakhir dengan hasil kurang baik, Doohan tetap mengamankan keunggulan di klasemen. Doohan sukses mendapat 309 poin, mengalahkan Alex Criville (245 poin).
2. GP 500 cc 1997
Merebut gelar juara keempat sekaligus menuliskan tinta emas dalam karier balapnya, GP 1997 boleh jadi merupakan musim terbaik Doohan. Tak hanya jadi juara, 10 kemenangan berturut-turut sejak seri empat hingga 13 menambah manisnya torehan Doohan. Sebanyak 10 kali tak terkalahkan secara beruntun, Doohan yang mengoleksi 340 poin pun unggul sangat jauh ketimbang runner-up, Tadayuki Okada (197 poin).
1. GP 500 cc 1998
Terakhir, Doohan menyabet gelar juara pada GP 1998. Meski gagal finis di seri pertama, Doohan masih bisa mempertahankan tajinya di musim 1998. Ia pun sukses mengoleksi gelar juara kelimanya di musim itu dengan 260 poin, sementara Max Biaggi mengekor di posisi dua dengan 208 poin. Catatan emas di GP 1998 sekaligus menutup cerita Doohan di balap 500cc, di mana berikutnya ia memutuskan pensiun pada GP 1999.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.