Rayakan Puncak Acara Hari Olahraga Nasional 2017, Menpora: Olahraga Adalah Pemersatu Bangsa

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 09 September 2017 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 09 43 1772672 rayakan-puncak-acara-hari-olahraga-nasional-2017-menpora-olahraga-adalah-pemersatu-bangsa-1di1qSPq6G.jpg Imam Nahrawi, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad (Foto: Okezone)

MAGELANG – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017 merupakan simbol pemersatu bangsa saat ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada puncak perayaan Haornas 2017 yang berlangsung di Stadion Moch Subroto, Magelang, Sabtu (9/9/2017) sore WIB.

Sejalan dengan tema “Olahraga Menyatukan Kita”, Imam memberikan bukti nyata bahwa olahraga merupakan alat mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman. Tak peduli dengan agama, ras maupun suku, perbedaan itu dapat bersatu dalam olahraga yang memiliki satu tujuan yaitu membanggakan Indonesia.

Imam mencontohkan dua tokoh yang membuat perbedaan bukanlah sebagai masalah, namun dapat dipersatukan melalui olahraga. Tokoh pertama adalaha Sani Tawainella, seorang mantan pesepakbola yang berasal dari Tulehu Ambon.

“Suatu ketika saya berkunjung ke sebuah desa di Kota Ambon bernama Tulehu. Desa ini menjadi konflik berkepanjangan di Ambon. Adalah Sani Tawainella seorang pemuda dan mantan pemain sepakbola, dengan spiritnya berhasil mengangkat desa ini menjadi percontohan nasional,” ucap Imam, dalam sambutannya.

“Di tengah sisi konflik sosial Ambon. Sani berhasil meramu tim sepakbola U-15 dari lintas agama dan kemudian mengantar mereka menjadi juara nasional pada 2006. Keberhasilan Sani mengubah cara pandang masyarakat setempat dalam melihat perbedaan agama, suku dan ras,” lanjutnya.

Baca juga Digelar di Magelang, Menpora Pimpin Puncak Perayaan Hari Olahraga Nasional 2017

Selain Sani, tokoh berikutnya adalah pebulu tangkis pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Keduanya dianggap sebagai contoh dari dua warga Indonesia yang memiliki perbedaan, tapi bersatu mengharumkan nama Indonesia.

“Saya rasakan juga ketika menyambut ganda campuran bulutangkis Indonesia. Owi –sapaan akrab Tontowi- seorang pemuda Jawa Tengah Banyumas, Owi Jawa, Owi Islam, Owi Santri. Berduet dengan namanya Butet berasal dari Manado Sulut, yang Katholik,” ucapnya.

“Tapi mereka berhasil memperembahkan medali emas di Olimpiade Rio de Janiero setahun silam. Semua orang tahu pasangan Owi Butet adalah representasi berdirinya Bhinneka Tunggal Ika dengan beda etnis dan beda agama. Tapi melalui olahraga disatukan dan berhasil mengharumkan nama Indonesia,” tambahnya.

Selain itu sebagai simbol pemersatu bangsa, dalam acara puncak tersebut dilakukan dengan seremoni penyampuran tanah dan air dari seluruh bangsa untuk membangun Monumen Tanah Air Persatuan. Rencananya monumen tersebut akan dibangun di puncak Gunung Tidar, Magelang.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini