Peringati Hari Olahraga Nasional 2017, Bupati Lahat Aswari Riva'i: Pemerintah Wajib Bina Atlet Indonesia

Melly Puspita, Jurnalis · Sabtu 09 September 2017 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 09 43 1772803 peringati-hari-olahraga-nasional-2017-bupati-lahat-aswari-riva-i-pemerintah-wajib-bina-atlet-indonesia-5B8KuI2Ufk.jpg Aswari Riva'i. (Foto: Okezone)

PALEMBANG - Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34 jatuh pada Sabtu (09/09/2017). Haornas bertepatan dengan hari di mana pemerintah Indonesia menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) perdana yang berlangsung pada 9-12 September 1948 di Kota Solo, Jawa Tengah.

PON pertama itu diikuti sekira 600 atlet dari sembilan cabang olahraga. Sebut saja atletik, lempar cakram, bulu tangkis, sepak bola, tenis, renang, pencak silat, panahan, dan bola basket.

Haornas bagi Bupati Lahat Aswari Riva'i, dimaknai dengan jiwa yang tangguh. Menurutnya, Haornas berarti berjiwa sportif seperti layaknya olahraga sebenarnya.

Baca Juga: Sambut Hari Olahraga Nasional Ke-34, Alan Budikusuma: Tunjangan Hari Tua untuk Atlet Berprestasi Jadi Hal Penting

"Kita siap menang kalau kita berlatih dengan baik dan siap kalah kalau ada lawan yang berlatih lebih baik. Intinya kejujuran dalam olahraga adalah hal utama," ucap Ayah dari Atlet Kempo Indonesia Naurah dan Nayla ini kepada Okezone.

Pria yang juga mantan atlet kempo itu memberikan saran kepada pemerintah di perayaan Haornas ke-34. Dalam memaknai Haornas, pemerintah diimbau harus serius membina para atlet Indonesia.


Baca Juga: Bupati Lahat Aswari Riva'i : Ayo Berprestasi di Sirkuit Manggul, Jangan di Jalan Raya

Dalam arti serius memfasilitasi pelatih, prasarana, menggelar banyak kejuaraan serta memberikan harga diri pemerintah kepada atlet Indonesia. "Pemerintah harus serius dalam hal ini, bukan hanya ikut-ikutan bertanding dan berolahraga," lanjut Aswari.

Selain itu, Aswari menilai para pembina atlet di Indonesia sangat sedikit yang mempunyai Hobi dan mengerti olahraga. "Siapa saja asal ada hubungan dengan kekuasaan menjadi pengurus. Akibatnya marwah olahraga kita hilang," tutup Aswari sembari menyayangkan hal tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini