SELAMA tampil di premier class baik 500 cc ataupun MotoGP dalam kurun 1998-2005, Max Biaggi memang tidak pernah keluar sebagai juara dunia. Namun di setiap musimnya, pembalap berpaspor Italia itu selalu muncul sebagai pesaing utama dalam memperebutkan gelar.
Hal itu juga ditunjukkan Biaggi di musim pertamanya tampil di kelas 500 cc pada 1998. Setelah melalui 15 race, pembalap yang sempat berseteru dengan Valentino Rossi itu duduk di posisi dua klasemen dengan koleksi 208 angka.
BACA JUGA: SPORTPEDIA: MotoGP 2002, Momen Valentino Rossi Raih Kemenangan Beruntun Terbanyak
Ia terpaut 52 poin dari Mick Doohan selaku kampiun. Ketika tampil pada 1998, Biaggi yang kini berusia 46 tahun dua kali keluar sebagai pemenang race. Salah satunya tercipta di Sirkuit Brno, Republik Ceko.
Pada balapan yang berlangsung 22 lap itu, Biaggi menjadi kampiun setelah unggul 0,768 detik dari Alex Criville di posisi dua. Saat itu, Doohan yang notabene jagoan di kelas 500 cc gagal menuntaskan balapan karena terjatuh pada lap 13.
Terlepas dari kegagalan Doohan menyentuh garis finis, ada hal unik yang ditunjukkan Biagi selepas menyentuh garis finis. Ia melakukan wheelie (mengangkat bagian depan motornya/nge-trail) yang sebenarnya biasa dilakukan pembalap ketika dipastikan sebagai pemenang.
Menjadi unik karena ia menarik tuas gasnya terlalu kencang, sehingga ban belakang motor Biaggi menjadi penopang, sedangkan ban depan berdiri lurus ke atas. Hal itu jelas tidak sengaja dan untungnya Biaggi tidak terjatuh akibat aksinya tersebut.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.