Image

Tiga Alasan Valentino Rossi Susah Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2017

Tatang Adhiwidharta, Jurnalis · Sabtu 18 Maret 2017, 00:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 17 38 1645667 tiga-alasan-valentino-rossi-susah-raih-gelar-juara-dunia-motogp-2017-jR3RldWYb8.jpg Valentino Rossi. (Foto: AFP/ Manan Vatsasyana)

TAK ada yang meragukan nama besar dan kemampuan Valentino Rossi di dunia balap MotoGP. Namun dalam tiga musim belakangan, pembalap Yamaha Movistar itu hanya bisa meraih status runner-up. Kini memasuki MotoGP 2017, The Doctor –julukan Rossi– harus kembali bersaing dengan 22 pembalap.

Lantas dengan usia 38 tahun, mampukah Rossi merebut gelar juara yang terakhir kali didapatkannya pada delapan musim lalu. Berikut adalah tantangan Rossi di sepanjang musim 2017.

1.       Aturan Baru MotoGP

Dorna selaku penyelenggara ajang balap MotoGP memberlakukan aturan yaitu Aero Body Homologation, perangkat lunak elektronik (ECU), pergantian motor, berat motor, dan aturan teknis balap. Hal tersebut bisa menjadi kendala bagi Rossi, pasalnya dalam uji coba pramusim ia belum bisa tampil maksimal.

Belum lagi kendala ban Michelin, Rossi pernah mengeluhkan kinerja produsen asal Prancis itu yang dianggapnya terlalu membahayakan. Puncaknya terjadi pada musim lalu, saat mentas di Assen, Belanda.

Kala itu, total terjadi 39 crash, sejak sesi latihan bebas hingga balapan. Tak pelak, balapan sempat dihentikan sementara karena hujan deras mengguyur sirkuit. Pada kondisi sulit, yang biasanya menguntungkan Rossi, justru kali ini menjadi penyebab malapetaka, ia terjatuh saat memimpin lomba.

2.       Kendala Fisik

Kiprah Rossi di MotoGP memang selalu ditunggu oleh jutaan pasang mata. Sebab, kehadirannya selalu memberi warna. Bagaimana tidak, dari 2002, ia bersaing dengan Max Biaggi, berlanjut dengan Sete Gibernau (2005), dan Casey Stoner (2008).

Kini, para pesaingnya itu telah pensiun dari dunia balap, bahkan beberapa menjadi pelatih dan test rider. Lantas, Rossi yang memiliki tujuh gelar juara MotoGP masih terus membalap dan bersaing dengan riders muda.

Bagaimanapun seorang pembalap harus memiliki fisik dan konsentrasi yang kuat saat berada di motor. Kini dengan usia 38 tahun, Rossi sudah tak terlihat nekat seperti delapan tahun terakhir. Tentu hal ini merupakan kendala fisik yang menurun dan juga semangat yang tak sama lagi.

3.       Bersaing dengan Pembalap Spanyol

Dunia balap selalu menghadirkan fenomena sendiri, terutama bagi pembalap asal Italia.  Giacomo Agostini merupakan peraih gelar juara kelas 500cc sebanyak delapan kali. Prestasi itu lantas diikuti oleh Rossi yang sudah meraih tujuh gelar.

Kendati demikian, untuk menyamakan raihan gelar di atas, dalam tiga musim terakhir, Rossi selalu bersaing dengan pembalap asal Spanyol, sebut saja Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Terbaru, adalah rekannya satu tim, Maverick Vinales.

Bahkan dari 23 line up pembalap, tercatat ada 10 pembalap yang berkebangsaan Spanyol. Sementara joki dari Italia hanya ada empat yaitu Rossi, Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci.

Karena itu, Rossi harus bisa mengembalikan tekad dan semangatnya untuk bisa kembali meraih gelar juara. Sebab, tujuh musim tanpa meraih gelar dan hanya penantang bukanlah kapasitas seorang The Doctor.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini