Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaji Pembalap F1 Terlalu Tinggi

Tatang Adhiwidharta , Jurnalis-Jum'at, 12 Februari 2016 |13:03 WIB
Gaji Pembalap F1 Terlalu Tinggi
Helmut Marko. (Foto: Friendsofhabanos)
A
A
A

WINA – Penasihat Tim Red Bull, Dr Helmut Marko dan Chairman Non-Executive Mercedes, Niki Lauda, memiliki opini berbeda terkait besaran pendapatan pembalap Formula One (F1). Gaji pembalap top macam Lewis Hamilton, Fernando Alonso, dan Sebastian Vettel bisa mencapai 20–30 juta euro atau sekira Rp 305–457 miliar per tahunnya.

Marko menilai saat ini para pembalap sudah sangat nyaman dengan berbagai fasilitas yang didapat.

“Pada dasarnya para pembalap saat ini pasti dibayar terlalu mahal. Ada dua alasan, yakni ada risiko saat kecelakaan yang dapat mengancam jiwa. Kedua para pembalap muda berbakat Max Verstappen atau Pascal Wehrlein dapat melajukan mobil-mobil ini di lintasan sampai 100 putaran tanpa kesulitan,” ungkap Marko, seperti dilansir Autoweek, Jumat (12/2/2016).

“Sebelumnya, bahkan seorang Vettel harus jeda lebih dulu karena ia tak terbiasa dengan high force. Ini artinya mobil sekarang lebih mudah dikendalikan dan para pembalap berperan lebih sedikit," tutur pria asal Austria tersebut.

Di lain pihak, Niki Lauda menilai apa yang didapat para pembalap sudah layak meraih imbalan atas kontribusinya. Sebab, setiap mendapat pemasukan yang besar setiap tahunnya.

“Kita tak boleh melupakan seberapa besar pemasukan F1 yang dihasilkan setiap tahun dan seberapa besar kontribusi pembalap akan hal tersebut,” tuntasnya.

(Fajar Anugrah Putra)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement