Share

Indonesia Sebaiknya Mulai Melupakan SEA Games

Rully Pane, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2015 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 26 43 1171802 indonesia-sebaiknya-mulai-melupakan-sea-games-O81afSm9t6.jpg Indonesia harus mulai melupakan SEA Games. (Foto ilustrasi: Antara/Nyoman Budhiana)

JAKARTA - Seminar evaluasi prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2015 digelar di Gedung Kemenpora, Kamis 25 Juni 2016. Acara ini digelar Kemenpora untuk membahas hasil buruk Tim Merah Putih di Singapura.

Dalam seminar itu, Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia di SEA Games 2015, Taufik Hidayat, berkomentar soal jeleknya hasil kontingen Indonesia. Menurut legenda hidup bulutangkis Indonesia itu, Asian Games 2018 sebenarnya lebih penting dibanding SEA Games. Dia pun meminta fokus para atlet lebih baik untuk Asian Games.

Meski demikian, Taufik tetap kecewa dengan peringkat lima klasemen akhir perolehan medali. Seperti diketahui, Indonesia hanya bisa memenangkan 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu. SEA Games 2015 menjadi keikutsertaan terburuk Indonesia sejak pertama kali digelar pada 1977.

"SEA Games bukan lagi ajang yang terlalu masif karena Indonesia sudah sering berprestasi. Asian Games yang menjadi fokus utama, para atlet ingin tampil sebaik-baiknya di Aian Games 2018 nanti," jelas Taufik di Gedung Kemenpora, Kamis 25 Juni 2016.

“Meski demikian, saya sebagai CdM tentu kecewa berat atas menurunnya prestasi kontingen Indonesia di SEA Games. Kami akan melakukan evaluasi besar-besaran demi Asian Games nanti. Soal posisi CdM sendiri, idealnya dua tahun sebelum event posisi itu sudah ditentukan. Ya, minimal setahun lah!" lanjutnya.

“Intinya posisi tersebut sudah harus ditentukan dari jauh-jauh hari biar si CdM bisa prepare. CdM untuk SEA Games 2017 harusnya sudah dipilih tahun ini, sementara untuk Asian Games 2018 sudah dipilih tahun depan," ujarnya menyindir.

Bagi Taufik, peran CdM sangat strategis karena bisa ikut menentukan pengadaan perlengkapan sampai membangkitkan semangat atlet. “Peran CdM sangat penting, terutama dalam persiapan atlet. CdM bisa melihat apa saja yang dibutuhkan atlet, mulai dari jenis makanan yang diperlukan, equipment latihan, serta efisiensi pelatnas. Ini saran saya untuk Kemenpora! Saya sendiri sebenarnya bisa dibilang gagal sebagai CdM jika melihat prestasi kita di SEA Games Singapura,” turai peraih medali emas Olimpiade 2004 Yunani itu.

(fap)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini